Mahfud MD: Hanya Aparat yang Dapat Lakukan Sweeping

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa yang dapat melakukan sweeping hanya aparat baik dari polisi maupun TNI. Karena itu, pemerintah tidak mengizinkan unsur lain melakukan sweeping menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

“Tika boleh ada sweeping, kalaupun ada diketahui pasti diselesaikan oleh aparat. Dan saya juga meminta kepada aparat menyelesaikan melalui hukum yang berlaku. Tidak boleh ada sweeping, yang boleh hanya polisi dan tentara,” kata Mahfud MD saat halaqoh kebangsaan di Pondok Pesantren Al Amien, Lingkungan Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur, Sabtu 21 Desember 2019.

Menurut Mahfud MD, berdasarkan konstitusi yang boleh memegang senjata untuk menjaga negara dan demi tegaknya hukum hanya polisi dan tentara, sementara yang lain tidak ada.

Baca juga:   Fadli Zon Sebut Apa yang Dilakukan Panglima TNI Bukan Politik Praktis

Selain itu, Mahfud MD juga menegaskan, adanya kontroversi tentang mengucapkan selamat Natal oleh umat Muslim seharusnya bisa diakhiri. Jika dulu pernah ada fatwa MUI tentang mengucapkan selamat Natal, yang jika ditafsirkan mengucapkan hal itu tidak boleh.

Namun, menurutnya Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua MUI nonaktif juga mengatakan bahwa mengucapkan Natal kepada yang merayakan diserahkan kepada masing-masing warga.

Karena itu, bahwa fatwa adalah pendapat yang tidak harus diikuti. Bahkan, fatwa Mahkamah Agung (MA) juga tidak harus diikuti. Namun, yang harus diikuti adalah vonis dari MA.

Sebab itu, dikatakan Mahfud MD, bahwa fatwa ulama tidak harus diikuti karena setiap ulama fatwanya berbeda. Misalnya, fatwa Nahdlatul Ulama (NU) dan MUI berbeda tentang Natal. Organisasi Islam Muhammadiyah juga berbeda. Begitu juga sama ketika berbicara tentang fatwa bunga bank, antara NU, Muhammadiyah, dan MUI berbeda.

Baca juga:   Panglima TNI: Tuduhan Allan Nairn Tentara Mau Kudeta Hanya Isu Kecil

Karena itu, Mahfud MD mengaku tidak keberatan untuk mengucapkan selamat Natal kepada seluruh yang merayakan. Selain itu, diharapkan agar yang merayakan diberkahi tuhan.

Sementara, Mahfud MD dalam kegiatan tersebut juga sempat memberikan materi tentang kebangsaan dan meningkatkan rasa nasionalisme. Diirinya berharap, seluruh warga Muslim bersatu dan tidak terpecah belah antarmuslim.

Sedangkan, yang hadir dalam acara tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Lingkungan Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri KH Anwar Iskandar, para kiai, gus wilayah Mataraman (Jombang, Kediri, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo), serta tamu undangan lainnya. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar