Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak terima dengan kritikan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini, terkait kasus tunggakan polis pembayaran kepada nasabah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah terjadi sejak 10 tahun lalu.

Selain itu, dalam akun twitternya, SBY juga mengatakan kritikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyalahkan pemerintah yang dia pimpin waktu itu.

Karena itu, SBY dan anak buahnya pun tidak mau tinggal diam atas ‘lemparan bola-bola panas’ yang dikirimkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Sementara, menurut Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya tidak melemparkan tanggung jawab kepada pemimpin terdahulu. Karena, tindakan tersebut tidak menunjukkan perilaku yang baik.

“Perilaku melemparkan tanggung jawab bukanlah perilaku terpuji. Seyogianya secara profesional seorang pemimpin mendalami dahulu persoalan dan masalah Jiwasraya dan tidak berperilaku defensif,” kata Amir saat memberikan pembelaan terhadap SBY, di Jakarta, Jumat 20 Desember 2019.

Baca juga:   Pakar Hukum: Penerbitan Perppu KPK Dinilai Miliki Resiko Politik

Sedangkan, politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja membawa-bawa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus gagal bayar polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Menurut Ferdinand, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa pemerintahan SBY agar merasa aman dan nyaman.

“Bahkan kadang-kadang kami berpikir mungkin pak Jokowi menyampaikan ini karena beliau merasa bahwa ketika membawa-bawa nama pak SBY, beliau merasa jadi aman dan nyaman dari semua masalah yang ada,” kata Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 19 Desember 2019 lalu.

Selanjutnya, Ferdinand juga menegaskan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyandarkan masalahnya kepada pemerintahan SBY, dengan cara lempar tanggung jawab. Selain itu, menurutnya jejak keuangan Jiwasraya 2005-2011 baik dan tidak rugi. Sementara penurunan laba Jiwasraya baru terjadi sekitar tahun 2017-2018.

Baca juga:   Lieus Sungkharisma Nilai Jokowi Tepat Pilih Prabowo Jadi Menhan

“Kalaupun mestinya ada masalah, seorang pemimpin tak seharusnya melempar permasalahan ke pemerintahan masa lalu,” tegas Ferdinand.

Sementara sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, bahwa persoalan kasus tunggakan polis pembayaran kepada nasabah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu alias era SBY. Namun, meski pun tidak ringan, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini.

“Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini. Ini bukan masalah yang ringan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi kepada wartawan di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu 18 Desember 2019 lalu. [elz/mer]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of