Soal Jiwasraya, Ferdinand: SBY Tidak Ingin Tanggapi Serius Pernyataan Presiden Jokowi

Ferdinand-Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. (foto: detik/Yulida Medistiara)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ingin menanggapi serius terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), soal kasus PT Asuransi Jiwasraya. Selain itu, SBY juga meminta kadernya untuk memberi masukan pada pemerintah.

Menurut politisi Partai Demikrat Ferdinand Hutahaean, mantan Presiden RI ke enam itu, sempat tertawa saat mengetahui pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

“Memang beliau kemarin ya seperti tadi, jadi tertawa ya karena beliau dibawa-bawa namanya,” kata Ferdinand di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Kamis 19 Desember 2019.

Lebih lanjut, Ferdinand menegaskan, bahwa SBY tertawa saat dirinya dan kader Demokrat lainnya berdiskusi. Bahkan, saat itu SBY meminta kader Partai Demokrat agar memberi masukan yang bermanfaat kepada pemerintah. Tentu demi menyelesaikan masalah keuangan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya saat ini.

Selain itu, Ferdinand juga sempat berpikir Jokowi sedang menyandarkan kenyamanannya sebagai Presiden kepada SBY jika ada masalah. Karena itu, dirinya menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa aman dari semua permasalahan jika membawa nama SBY.

“Jadi kalau ada masalah membawa-bawa nama SBY jadi beliau merasa aman tak ada masalah lagi. Akhirnya kami berpikiran seperti itu,” tegas Ferdinand.

Lebih lanjut, dijelaskan Ferdinand, bahwa Partai Demokrat membantah terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut keuangan PT Asuransi Jiwasraya mengalami masalah sejak 10 tahun lalu. Karena, Jiwasraya tidak pernah mengalami masalah keuangan atau kerugian sejak tahun 2005-2011.

Baca juga:   Soal Pemulangan Rizieq Shihab Jadi Syarat Rekonsiliasi, Begini Respons Politikus PDIP

Bahkan, PT Asuransi Jiwasraya sempat mencatatkan laba bersih perusahaan 10 tahun lalu. Hal tersebut merujuk catatan keuangan PT Asuransi Jiwasraya yang ditelusuri oleh internal Partai Demokrat belakangan ini.

“Kami menemui fakta-fakta bahwa sejak 2005-2011 keuangan Jiwasraya baik, tidak rugi, 10 tahun yang lalu itu Jiwasraya membukukan laba bersih. Jadi enggak ada masalah pada 10 tahun lalu,” jelasnya.

Selain itu, Ferdinand mengatakakan, bahwa SBY meminta seluruh kader untuk tidak menanggapi serius pernyataan Presiden Jokowi soal PT Asuransi Jiwasraya. Karena, Jiwasraya justru mengalami penurunan laba saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintah dan bukan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden periode 2004-2009 dan 2009-2014.

“Menjelang pemerintahan Pak Jokowi ke sini ada penurunan laba, dan kemudian pada sekitar 2017-2018 nilai pembukuan Jiwasraya merugi,” ujar Ferdinand.

Kemudian, Ferdinand juga menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak seharusnya melempar permasalahan PT Asuransi Jiwasraya ke pemerintahan sebelumnya. Bahkan, dirinya membandingkan SBY yang mewarisi banyak persoalan di Indonesia tanpa menyalahkan pemimpin sebelumnya.

Baca juga:   Bela SBY yang Disindir Hasto, JK Ungkap Pengalamannya sebagai Wapres

“Kalau kita kembali ke masa lalu, Pak SBY juga menyelesaikan banyak masalah, konflik Ambon, konflik Poso, konflik Aceh, hutang kita ke IMF, semua diselesaikan SBY tanpa menyalahkan pemimpin masa lalu karena beliau menyadari ini tanggungjawab beliau sebagai pemimpin,” katanya.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebut masalah keuangan yang dialami PT Asuransi Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu. Hal tersebut, menurutnya itu bukan masalah sepele.

Namun, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibantah sejumlah politikus Partai Demokrat. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyarankan alangkah baiknya jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan ketimbang menuding pihak lain.

Sedangkan, menurut Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah kambuh lantaran kembali menyalahkan pemerintahan sebelumnya ihwal masalah yang tengah dihadapi saat ini.

Kemudian, menurut Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono, dirinya menampik anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalahkan pemerintahan sebelumnya atau masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum Demokrat. Bahkan, menurutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyalahkan pihak mana pun.

“Tidak ada yang menyalahkan pemerintah sebelumnya kok dalam statement Presiden Jokowi,” kata Dini saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis 19 Desember 2019. [elz/cnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar