Politisi Hanura: Diminta Para Kader Dukung Langkah Wiranto Selamatkan Partai

wiranto-2
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2019-2024 Wiranto. (Foto:google).

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tien Aspasia meminta kader partai mendukung langkah Ketua Dewan Pembina Wiranto untuk menyelamatkan partai.

“Karena ini (langkah Wiranto) adalah semata upaya penyelamatan Partai Hanura, dan untuk membangun partai yang kuat lagi ke depan,” kata Tien terkait konflik Hanura, di Jakarta, Minggu, 15 Desember 2019.

Menurut Tien, bahwa sebelumnya beredar surat yang ditandatangani oleh Dewan Penasehat Subagyo HS dan Dewan Kehormatan Chairuddin Ismail yang meminta Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) untuk mundur.

Bahkan, surat Subagyo dan Chairuddin itu disetujui oleh Ketua Dewan Pembina Wiranto dalam surat tertanggal 9 Desember 2019.

Baca juga:   Wiranto: Masyarakat Dilarang Lakukan Tindakan Persekusi, Karena Melanggar Hukum

Selain itu, alasan Subagyo dan Chairuddin, Oesman Sapta Odang (OSO) tidak memenuhi pakta integritas yang ditandatanganinya, terutama Partai Hanura gagal di Pemilu 2019 karena tidak lolos parliamentary threshold sehingga tidak ada kursi di DPR RI.

Selanjutnya, ditegaskan Tien, surat tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan partai. Selain itu, Tuen juga menyayangkan pernyataan salah satu Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah yang justru menyoroti posisi Wiranto sebagai Ketua dan anggota Wantimpres yang baru dilantik.

Sementara sebelumnya, Inas Nasrullah meminta Wiranto untuk mundur sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura karena dalam UU tentang Dewan Pertimbangan Presiden No 19/2006 tidak boleh rangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik.

Baca juga:   Wiranto Sebut Proses Hukum Kivlan Zen Masih Berjalan

Karena itu, dikatakan Tien, Wiranto tentu tidak akan menanggapi komentar tersebut.

“Beliau lebih tahu apa yang akan dilakukan. Tidak perlu repot-repot Pak Inas komentar,” ucap Tien yang juga pendiri partai.

Lebih lanjut, Tien menegaskan, bahwa dalam UU nomor 19 tahun 2006 masih ada waktu tiga bulan bagi Wiranto untuk memutuskan langkah selanjutnya.

“Dulu Pak Wiranto jadi menteri pun beliau secara konsisten dan elegan mundur jadi ketua umum Partai Hanura,” tandas Tien yang juga Ketua Bidang Keanggotaan DPP Partai Hanura itu. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar