Saut-Situmorang-1
Thony Saut Situmorang. (foto: Liputan6)

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengaku menunggu laporan kepolisian terkait pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Menurut Saut Situmorang, pihaknya berharap Kabareskrim Polri, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo segera melaporkan perkembangan kasus tersebut.

“Iya, kita masih menunggu (perkembangannya). Kemarin saya sudah jelaskan apapun hasilnya harus dilaporkan apa ada kemajuan (ke KPK),” kata Saut di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.

Lebih lanjut, dikatakan Saut bahwa pihaknya akan mempublikasikan perkembangan kasus Novel Baswedan kepada publik setelah mendapatkan laporan dari Irjen Pol Listyo.

“Pasti dipublikasikan. Karena kalau penyidikan kan publik harus tahu dan karena KPK kan berada di tim itu. Di kita ada tim yang mengikuti perkembangannya,” ujarnya.

Baca juga:   Sidang Uji Keabsahan Hak Angket di MK, KPK Harap Keadilan Hakim

Selain itu, ditegaskan Saut, pihaknya khawatir jika pengusutan kasus Novel Baswedan tidak mengalami kemajuan dan menimbulkan spekulasi beragam dari publik.

“Tentu orang akan punya pandangan macam-macam tentang itu. Kita tidak mau lagi-lagi yang dipengaruhi persepsi rendah, ya kita dinilai sebagai negara yang tidak serius memberantas korupsi,” tegas Saut.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menagih laporan pengusutan kasus Novel Baswedan ini. bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis pada Senin (hari ini-red) 9 Desember 2019.

“Nanti saya jawab (perkembangan teror air keras Novel) setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Tol Kuciran-Serpong Provinsi Banten, Jumat 6 Desember 2019 lalu.

Baca juga:   Fraksi NasDem Tidak Terpengaruh Keinginan Pimpinan DPR Soal Hak Angket

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah memberikan tambahan waktu kepada Idham Azis hingga awal Desember untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Basweda tersebut.

Namun, hingga kini Kapolri Jenderal Polisi Idham Azia masih bungkam terkait hasil investigasi kasus tersebut.

Sedangkan, Presiden Joko Widpdp (Jokowi) belum mau berbicara banyak terkait hal tersebut. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis bahwa pelaku penyerangan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan ditemukan.

“Saya yakin, Insya Allah ketemu,” tandas Presiden Joko Widodo (Jokowi). [elz/mer]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of