Hasto Kristiyanto: PDIP Minta Erick Thohir Restrukturisasi BUMN

Hasto-Kristiyanto
Hasto Kristiyanto. (foto: era/Wardhany)

harianpijar.com, SURABAYA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan alat Indonesia untuk memajukan seluruh aspek kehidupan, namun tidak hanya sisi ekonomi semata. Karena itu, setiap petinggi BUMN harus menjaga perilakunya dan meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

“Di dalam pelaksanaannya, manajemen dari korporasinya harus kedepankan aspek profesionalitas untuk mencapai kinerja baik dalam perspektif keuangan, internal growth, kemudian perhatian terhadap konsumen. Karena itulah berbagai perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat, ya, seharusnya tidak boleh dilakukan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, di sela kunjungannya di Surabaya, Minggu 8 Desember 2019.

Baca juga:   Alasan Ribka Tjiptaning Tolak Divaksinasi COVID-19 Dinilai Tidak Berdasar

Menurut Hasto, bahwa dirinya punya pengalaman bekerja selama 12 tahun di PT Rekayasa Industri. Berdasarkan pengalaman tersebut, dirinya memahami iklim korporasi, manajemen dan sirkulasi keuangan pada BUMN umumnya. Namun, sejauh ini dirinya melihat struktur BUMN terlalu gemuk.

“Untuk itu kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu,” ujar Hasto.

Baca juga:   Begini Kata Gerindra Soal Megawati Ajak Prabowo Tempur di 2024

Selanjutnya, Hasto juga mendorong setiap BUMN mengembangkan inti usahanya. Karena. hal itu membangun kedaulatan di bidang pertahanan, pangan, energi, keamanan dan keuangan, dapat terwujud.

“Kemudian juga hal-hal terkait infrastruktur karena itu menghubungkan wilayah Indoensia yang begitu luas, konektivitas itu menjadi penting,” ucapnya.

Selain itu, Hasto juga menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya. Bahkan, fokus utamanya adalah memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN.

“Caranya dengan menata BUMN kembali supaya sejalan dengan inti bisnisnya,” tandas Hasto Kristiyanto. [elz/jpnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar