Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Kongres II Relawan Projo di Jakarta International Expo Kemayoran, Sabtu 7 Desember 2019. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tantangan membangun Indonesia yang luas dan besar membutuhkan ketahanan semangat, keberanian, kepercayaan diri dan optimisme yang kuat.

“Negara ini negara besar tidak mungkin kita membangun dengan semangat yang setengah-setengah, gak mungkin,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Kongres II Relawan Projo di Jakarta International Expo Kemayoran, Sabtu 7 Desember 2019 kemarin.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Indonesia saat ini dan ke depan juga masih banyak sekali.

“Perjalanan kita juga masih panjang dalam memperbaiki, membenahi seluruh aspek yang ada di negara ini,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, selama lima tahun sebelumnya (2014-2019), pemerintah fokus atau konsentrasi di pembangunan infrastruktur. Bahkan, itu juga belum selesai dan akan dilanjutkan lagi lima tahun ke depan.

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mencontohkan, yang paling ekstrem dalam urusan pembangunan infrastruktur di Papua.

“Lima tahun yang lalu saat saya di Wamena mau ke Nduga, rakyat kita butuh empat hari empat malam berjalan di tengah hutan, kadang seminggu. Coba bayangkan kalo ada yang sakit dibawa ke Wamena butuh emlat hari empat malam,” tegasnya.

Baca juga:   Soal Benny Wenda, Menko Polhukam: Kalau Masuk ke Indonesia, Kita Tangkap

Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi( juga menjelaskan, bahwa Indonesia negara yang sangat besar sehingga tidak mungkin hanya mengurus Pulau Jawa.

“Ada 17.000 pulau yang membutuhkan perhatian, kalau gak kita lihat, kita bisa lupa bahwa ada kabupaten yang namanya Kabupaten Nduga,” jelasnya.

Dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya ke sana empat tahun yang lalu. Selain itu, dirinya sudah dua kali ke Nduga dan yakin banyak orang Papua sendiri yang belum pernah ke Nduga karena medannya yang sangat sulit.

“Saya ke sana saya tanya ke bupati penduduknya 123 ribu jiwa, kok banyak sekali padahal waktu saya turun dari heli saya gak lihat satu orang pun, itu di kota kabupaten, ga ada orang,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga:   Politisi PKS: Ngapain Kompetisi 2 Capres, Kalau Ujungnya Koalisi

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ke bupati bahwa ingin bertemu dengan penduduk Kabupaten Nduga.

“Bisa Pak, Bapak pergi ke jalan dari sini ke distrik yang paling dekat, delapan jam Pak,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) menirukan jawaban bupati.

Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun diajak jalan delapan jam melalui tengah hutan. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diajak ke pasar yang paling hanya ada 60 orang.

“Inilah negara kita, jangan membayangkan Indonesia ini kaya Jakarta semua, jangan membayangkan Indonesia hanya Pulau Jawa. Mereka juga membutuhkan pembangunan infrastruktur, logistik, seperti yang kita nikmati di Pulau Jawa,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara, berdasar kondisi itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memerintahkan pembangunan jalan tembus Wamena-Nduga. Saat ini sudah rampung sehingga dari Nduga ke Wamena hanya perlu 4-5-6 jam.

“Itulah pentingnya infrastruktur, jangan sampai ada yang bilang infrastruktur gak bisa dimakan. Siapa yang suruh makan infrastruktur,” tandas Presiden Joko Widodo (Jokowi). [elz/ant]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of