Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: AFP/POOL/RAISAN AL FARISI)

harianpijar.com, JAKARTA – Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyebut bahwa nasib kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia sepenuhnya ada di tangan pemerintah Arab Saudi.

“Kejelasan nasib Rizieq Shiha dan alasan dirinya tidak bisa pulang ke Indonesia itu, ada di ranah otoritas Saudi,” kata Agus melalui pesan singkat, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat 6 Desember 2019.

Menurut Agus, bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah menghalangi apalagi mencekal Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia, seperti yang dikalaim Rizieq Shihab selama ini, mengaku tidak bisa pulang karena dicekal otoritas Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Kemudian Agus juga membenarkan pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Mahfud MD, bahwa Rizieq Shihab bermasalah dengan pemerintah Saudi sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia.

Sebab, pencekalan gugur jika dalam waktu enam bulan dan pihak yang dicekal tidak berhasil dibawa ke pengadilan. Sementara, Rizieq Shihab sudah lebih satu setengah tahun mengasingkan diri ke Saudi.

“Rizieq Shihab kan sudah satu setengah tahun lebih mengasingkan diri ke Saudi, sedangkan pencekalan gugur dalam waktu enam bulan,” ujar Agus.

Baca juga:   Polisi Akan Periksa Rizieq Shihab Cs, Yang Pernah Hadiri Pertemuan Dengan Sri Bintang Pamungkas

Selain itu, Agus menegaskan, bahwa seluruh perwakilan Indonesia, termasuk KBRI Riyadh, selalu terbuka membantu warga Indonesia yang tengah bermasalah di luar negeri.

Namun, Agus juga meyakini KBRI tidak bisa memaksa untuk membantu para WNI yang bermasalah itu jika mereka menolak bantuan.

Sedangkan, kasus WNI hilang dan tidak pulang selama puluhan tahun pernah terjadi beberapa kali di Saudi. Setelah KBRI menemukan mereka, beberapa dari WNI itu menolak bantuan KBRI untuk memulangkan.

“Kalau seperti itu, KBRI tidak bisa memaksa mereka untuk kembali karena mereka sudah merasa nyaman dan bahagia hidup di Saudi. Jadi kalo [Rizieq Shihab-red] menolak bantuan pemerintah RI ya KBRI tidak bisa maksa dong,” tegas Agus.

Dikatakan Agus, hal tersebut merujuk pada pernyataan Rizieq Shihab ke media pada Agustus lalu bahwa dirinya bersumpah tidak akan meminta bantuan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya sebagai “pemerintah zalim” untuk pulang ke Indonesia.

Sementara, nasib Rizieq Shihab di Saudi kembali menjadi sorotan setelah mengklaim dihalangi pemerintah Indonesia untuk pulang. Bahkan, melalui siaran video di akun YouTube FPI, Font TV, beberapa waktu lalu, Rizieq Shihab bahkan menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia.

Baca juga:   Kapolda Metro: Alternatif Peluang Jemput Rizieq Shihab Dengan Pencabutan Paspor Seperti Gayus Tambunan

Dengan bukti itu, Rizieq Shihab menyebut alasan selama ini berdiam di Saudi bukan karena takut terjerat kasus pidana, tapi karena ada pihak di Indonesia yang tidak menginginkan dirinya pulang.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab bersama istri dan anaknya sudah lebih dari dua tahun menetap di Saudi. Perjalanannya ke Saudi terjadi setelah pihak kepolisian menjerat dengan sejumlah kasus hukum.

Akhir April 2017, Rizieq Shihab pergi untuk ibadah umrah. Bahkan, perjalanan itu dilakukannya sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi bersama Firza Husein.

Selain itu, pendukung Rizieq Shihab menuding ada pihak-pihak di dalam negeri yang mencegah pimpinan Front Pembela Islam (FPI) untuk pulang, salah satunya karena unsur politik. Bahkan, mereka menyebut ada peran intelijen yang membuat Rizieq Shihab masih tertahan di negeri kerajaan.

Namun, pemerintah membantah hal tersebut dan menyebutkan bahwa kepulangan Rizieq Shihab itu terhalang oleh masalah izin tinggal yang kedaluwarsa atau overstay.

Bahkan, selama ini Rizieq Shihab juga dikabarkan tidak pernah berkomunikasi dengan KBRI di Riyadh soal masalahnya hingga tidak bisa pulang ke Indonesia. [elz/cnn]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of