Fadjroel: Istana Tidak Ikut Campur Dalam Pemilihan Ketua Umum Golkar

Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rahman. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rahman menyebut istana maupun Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ikut campur dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.

Hal tersebut menjawab tudingan loyalis salah satu calon Ketua Golkar Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal Hasdy yang menyebut tiga menteri Jokowi, salah satunya Menteri Sekretaris Negara Pratikno meminta kader Golkar memilih kembali Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Tidak ada campur tangan dari Istana. Presiden Jokowi selalu mengatakan Istana netral terhadap semua aktivitas partai politik,” kata Fadjroel saat dikonfirmasi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 29 November 2019.

Menurut Fadjroel, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah kerap menyampaikan pihaknya tidak mau ikut campur dalam proses internal di partai pendukung. Karena, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai masing-masing.

“Itu tegas Pak Jokowi dan dinyatakan ketika pidato di beberapa tempat. Tidak ada,” ujarnya.

Baca juga:   Pilkada Serentak 2020, Presiden Jokowi Tetapkan 9 Desember 2020 sebagai Hari Libur Nasional

Sementara, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga membantah tudingan Syamsul Rizal. bahkan, dirinya menyatakan pernyataan Syamsul Rizal tersebut tidak perlu ditanggapi karena tidak berdasar.

“Ini kan urusan internal Golkar. Tidak benar (pernyataan Syamsul Rizal),” kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 29 November 2019 kemarin.

Selanjutnya, Airlangga juga membantah meminta restu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali memegang kursi Golkar 1. Karena, menurutnya proses pemilihan ketua umum ini merupakan mekanisme intenal partai berlambang pohon beringin.

“Ya kan ini mekanisme internal Partai Golkar, mekanismenya jelas,” ucap Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Sementara sebelumnya, kubu Bambang Soesatyo menyebut tiga menteri Kabinet Indonesia Maju mencampuri urusan internal partainya.

Menurut Loyalis Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal Hasdy, menyebut bahwa ketiga menteri Jokowi tersebut menjadi alat untuk menekan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar tingkat I dan II serta sejumlah kepala daerah yang merupakan kader ‘Beringin’.

Baca juga:   Soal Perppu KPK, Mahfud MD Janji Akan Beri Saran ke Presiden Jokowi

Selain itu, mereka diarahkan untuk mendukung calon Ketum Golkar petahana Airlangga Hartarto jelang Musyawarah Nasional (Munas) Desember mendatang.

“Jadi, ada pembantu Presiden, saya enggak mau sebut nama, tapi ada tiga pembantu Presiden yang telepon [beberapa] DPD, Ketua DPD I, Ketua DPD II, dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga,” kata Syamsul Rizal saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar.

Menurut Syamsul Rizal, salah satunya Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Namun, Syamsul Rizal tidak menjelaskan bentuk campur tangan Pratikno secara rinci dalam pemilihan ketum Golkar periode 2019-2024.

Sementara, dua sosok menteri lainnya hanya disebutkan berlatar belakang kader Partai Golkar dan kader partai politik lain. [elz/cnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar