Analis Komunikasi: Dinamika Politik Jelang Munas Golkar Minim Gagasan

Analis Komunikasi dan Marketing Politik UGM Nyarwi Ahmad. (Foto;Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Dinamika politik menjelang akan digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada awak Desember 2019 mendatang, dinilai minim gagasan-gagasan besar terkait dengan model dan arah kepemimpinan partai.

“Jelang Munas Golkar ini masih minim dengan gagasan-gagasan besar yang terkait dengan model dan arah kepemimpinan Partai Golkar baik dalam panggung politik eksekutif, legislatif dan elektoral/pemilih,” kata Analis Komunikasi dan Marketing Politik UGM Nyarwi Ahmad dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat 29 November 2019.

Menurut Nyarwi, bahwa kontestasi antar-kubu calon ketua umum (caketum) seharusnya tidak sekadar hanyut dalam aspek prosedural mekanisme pemilihan atau isu-isu terkait dengan kesepakatan antar-elite dan bagi-bagi jabatan/kekuasaan.

Karena, masing-masing pihak yang maju jadi caketum Golkar harus menyampaikan ide-ide besarnya terkait dengan dinamika politik yang terjadi atau dibutuhkan dalam ketiga arena politik tersebut.

Baca juga:   Wiranto: Wantimpres Minta Masukan dari Para Akademisi UGM

“Tidak hanya kepada kader, anggota dan konstituen pemilih Golkar saja. Sudah saatnya partai sebesar Golkar bisa memberikan visi yang menyegarkan dan memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia ke depan,” ujar Nyarwi.

Selanjutnya, Nyarwi juga menegaskan, bahwa para caketum Partai Golkar seharusnya bisa menunjukkan model kepemimpinan yang akan ditawarkan dua hingga lima tahun mendatang.

Selain itu, para caketum tersebut harus menunjukkan ide-ide segarnya kepada masyarakat terkait bagaimana menjaga keberlanjutan demokrasi di Indonesia di tengah jebakan polarisasi, ancaman radikalisme dan terorisme.

“Bagaimana strategi yang harus dilakukan untuk memperkuat kapasitas negara dan kinerja pemerintahan dalam merespons stagnasi/perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan global,” tegasnya.

Baca juga:   Yorrys: Karena Tidak Setuju Pengajuan Hak Angket, Ketua Fraksi Golkar Dicopot

Dijelaskan Nyarwi, terkait perbaikan model pemilu yang seperti apa yang hendak mereka tawarkan untuk menjamin kelangsungan demokrasi di negeri ini dan menyelamatkan negeri ini dari jebakan kepentingan oligarki dan kartel ekonomi dan politik.

Kemudian, para caketum Golkar harus menjelaskan kebijakan politik seperti apa yang idealnya dilakukan rezim penguasa untuk meningkatkan  pendapatan dan daya beli masyarakat kita.

“Model kebijakan perpajakan, pelayanan kesehatan dan jaminan sosial seperti apa yang tidak membebani masyarakat yang bisa mereka ditawarkan dan realisasikan dalam 5 tahun mendatang,” jelas Nyarwi.

Selain itu, dikatakan Nyarwi sudah saatnya para caketum mendiskusikan dan memberikan berbagai pemikiran segarnya terkait dengan hal tersebut ke masyarakat. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar