Soal Reuni Akbar 212, Mahfud MD: Diingatkan Jangan Timbulkan Keributan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)  Mahfud MD mengingatkan Reuni Akbar 212 yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GPNF) Ulama, untuk tidak menimbulkan keributan.

“Kami menganggap itu adalah hak warga negara yang penting dilaksanakan dengan tertib, jangan menimbulkan keributan,” kata Mahfud usai bertemu dengan Menag Fachrul Razi dan Mendagri Tito Karnavian, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 27 November 2019.

Menurut Mahfud MD, pemberitahuan ini terkait kegiatan Reuni Akbar 212 yang akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2019 mendatang,. Hal tersebut juga sudah disampaikan kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan UU.

“Kita mempersilahkan, tetapi supaya diatur dengan sebaik-baiknya, sekali lagi untuk tidak menimbulkan pelanggaran hukum yang telah ditentukan oleh undang-undang,” ujar Mahfud MD.

Baca juga:   Soal Kasus Kerusuhan 21-22 Mei, Wiranto: Saya Ingin Secepatnya Bisa Diselesaikan Polri

Mahfud MD menegaskan, bahwa aparat keamanan akan melakukan pengawalan kegiatan Reuni Akbar 212 agar berjalan dengan aman dan lancar.

“Kita akan mengawalnya dan melindunginya tentu saja, mengawasinya dan melindunginya sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sementara, menurut Ketua GPNF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, memastikan menggelar Reuni Akbar 212 pada Desember di penghujung tahun ini.

“Jadi, reuni itu pasti akan diadakan setiap tahun karena sudah berjalan 2 periode 2017 dan 2018. Jadi, pada tahun 2019 reuni akan diadakan lagi,” kata Yusuf di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa 5 November 2019 lalu.

Ditegaskan Yusuf, bahwa penyelenggaraan reuni pada tahun ini akan terlepas dari unsur politik karena tidak bebarengan dengan perhelatan politik.

Baca juga:   Presiden Usul Istilah Radikalisme Diubah Menjadi Manipulator Agama

“Mudah-mudahan yang hadir dahulu punya waktu, keuangan, dan sebagainya dan tidak hanya karena ada momen-momen pilpres. Akan tetapi, itu tidak menjadi suatu target bagi kami mengenai jumlah. Semangat dan kebersamaan tetap harus kami jaga,” ujarnya.

Sedangkan, menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi, Reuni Akbar 212 agar berlangsung dengan damai tanpa anarkis.

Karena, aksi menyampaikan pendapat di ruang publik, tidak dilarang di Indonesia karena bagian dari demokrasi dan hak asasi berekspresi. Bahkan, dinegara demokrasi, negara yang menjunjung tinggi hak asasi.

“Saya kira keinginan berkumpul, menyampaikan berpendapat, saya kira sah-sah saja sepanjangsesuai dengan koridor hukum,” tandas Zainut Tauhid Saadi. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar