Fadli Zon Sebut Stafsus Milenial Hanya Pajangan, Billy: Kami Sudah Berkarya dan Berkontribusi Bangun Bangsa

Tujuh staf khusus (stafsus) milenial yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Tudingan politikus Gerindra Fadli Zon, yang menyebut tujuh staf khusus (stafsus) milenial yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya pajangan dan sekadar lipstik, mendapat protes dari Billy Mambrasar yang merupakan salah satu staf khusus milenial yang terpilih.

“Maaf Pak @fadlizon anda menyebut kami lipstik, berarti menganggap kami kosmetik (tdk ada manfaat signifikan), tidak berkompetensi dan tuduhan licik & bodoh kepada orang yg mengangkat kami (Pak Jokowi). Sebelum kami dtunjuk, kami sudah berkarya & Ikut Berkontribusi ikut membangun bangsa ini!” kata Billy dalam cuitannya @kitongbisa, Minggu 24 November 2019.

Selain itu, Billy juga menjelaskan kualifikasi masing-masing rekannya.

“Apa anda @fadlizon tidak mengetahui karya @AdamasBelva yg sudah memberikan akses pendidikan ke ratusan orang karena ruang gurunya?Saya yang sudah memberikan pendidikan gratis dan mendorong pemberdayaan kaum tertinggal di daerah terluar?Ayu kartika Dewi dengan advokasi pendidikan toleransi?,” lanjut Billy.

Baca juga:   Stafsus Mensesneg Tegaskan Semua Terkait Formula E Jadi Tanggung Jawab Pemprov DKI

Selanjutnya, Billy menegaskan, “Pak @fadlizon -karya Andy Taufan memberikan akses permodalan ke kaum wanita untuk keluar dari kemiskinan?Putri Tanjung dengan event2 bisnis kreatif untuk mendorong anak muda berwirausaha?Aminudin Ma’ruf dengan empowering pesantren, Angkie Y menginspirasi ratusan orang dengan disabilitas?,” tegas Billy.

Menurut Billy, bahwa mereka dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena memiliki kompetensi dan bukan sekedar pajangan sebagaimana dituduhkan wakil rakyat dari Partai Gerindra itu.

Baca juga:   Sesalkan Sikap Pimpinan KPK yang Serahkan Mandat ke Jokowi, Begini Kata Antasari Azhar

“Pak @fadlizon , Ketika kami ditawarkan menjadi staf khusus (stafsus), kami masih sempat berpikir satu minggu sebelum mengatakan: “Iya”, kami bukan kosmetik, dan kelompok manusia bodoh yang haus jabatan. Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan karena kekuasaan dan uang!,” ujar Billy.

Sementara sebelumnya, politikus Partai Gerindra Fadli Zon beranggapan seharusnya staf yang baik dinilai dari kemampuannya dalam bekerja. Bukan dilihat hanya dari umurnya.

“Cuma lipstick saja, pajangan saja lah itu. Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas kapabilitas, tidak melihat umur, harusnya,” kata Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. [elz/med]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar