Komisi III Tanya Soal Rizieq Shihab, BNPT: Itu Urusan Imigrasi dan Bukan Terorisme

Rizieq-Shihab
Rizieq Shihab. (foto: AFP/POOL/RAISAN AL FARISI)

harianpijar.com, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI mendapat pertanyaan, terkait soal kasus pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Suhardi, bahwa kasus yang menjerat Rizieq Shihab adalah bagian dari ke administrasi imigrasi dan tidak berkaitan dengan permasalahan terorisme.

“BNPT memandang kasus status Habib Rizieq ini bahwa kasusnya bukan merupakan bagian dari keimigrasian dan bukan kasus terorisme,” kata Suhardi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis 21 November 2019.

Baca juga:   Begini Kata Mahfud MD Soal Munarman Cs Deklarasi Front Persatuan Islam

Ditegaskan Suhardi, bahwa kasus Rizieq Shihab bukan kewenangan dari BNPT. Karena, tidak ada hubungannya dengan kasus terorisme.

“Jadi bukan kewenangan BNPT untuk menanggapi masalah tersebut,” tegas Suhardi.

Sementara, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah lebih dari dua tahun tinggal di Arab Saudi. Diketahui, Rizieq Shihab berangkat ke Arab pada 27 Februari 2017. Bahkan, saat itu Rizieq Shihab pamit untuk berangkat umrah.

Baca juga:   Tida Ada Perintah Soal Pembakaran Markas GMBI, Itu Responsif Masyarakat

Kemudian, beberapa hari yang lalu, melalui videonya, Rizieq Shihab membeberkan surat pencekalan dari pihak pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi.

Menurut Rizieq Shihab, dirinya tidak bisa pulang ke tanah air bukan karena over stay atau masalah administrasi serta hukum yang menjeratnya melainkan ada pencekalan. [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar