Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Fahri Hamzah: Perlu Desain Besar Terkait Sistem Pemerintahan Daerah

Fahri-Hamzah
Fahri Hamzah. (foto: instagram/fahrihamzah)

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Gelora Indonesia dan juga mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hazmzah menilai perlu ada desain besar terkait sistem pemerintahan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam menanggapi wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke daerah.

“Misalnya kalau fungsi belanja dan kewenangan itu serta pelayanan publik itu ada di tingkat kabupaten, maka sebaiknya yang dipilih langsung adalah kabupaten karena dia mengelola dana besar, maka provinsi itu tugasnya hanya administrasi, penyaluran dana dan kewenangan,” kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 19 Noveber 2019.

Menurut, Fahri, jika tugas kepala daerah hanya bersifat administratif, maka hanya perlu dipilih atau dicalonkan oleh presiden dan dipilih oleh DPRD. Karena, kewenangannya yang hanya administratif bukanlah kewenangan politik, maka dipilihnya pun bukan dipilih secara politik.

Baca juga:   Fahri Komentari Pertemuan Prabowo Dengan Pejabat Asing

“Sama seperti camat nanti yang dipilih oleh bupati, tidak dipilih oleh rakyat. Karena itu sebenarnya dalam teori Ini camat dan gubernur itu tidak punya rakyat, yang punya rakyat itu mereka yang dipilih secara politik oleh rakyat, yaitu kepala desa, kabupaten, kota, itu saja, dan presiden yang dipilih rakyat,” ujar Fahri.

Ditegaskan Fahri, hal tersebut juga terkait mahalnya biaya politik pilkada langsung. Sebab itu, Fahri berpandangan terkait pembiayaan biaya kampanye juga perlu diatur.

“Kalau dibiayai oleh negara bikin dia hemat, maksudnya bikin hemat itu begini, orang itu diatur kampanyenya hanya melalui misalnya ruang tertutup, TV, advertisement yang disiapkan anggaranya oleh pemerintah,” tegasnya.

Baca juga:   Minta Komnas HAM Dibubarkan, Natalius Pigai: Fahri Hamzah Itu Asal Bunyi

Sementara, dikatakan Fahri bahwa jika kampanye dibiayai oleh negara, maka calon kepala daerah hanya perlu datang membawa pikiran, perasaan, dan kompetensi di depan rakyat, serta memakai media yang disediakan oleh pemerintah. Bahkan, dengan demikian kandidat tersebut tidak merasa kehilangan uang pribadi.

“Selesai pemilu Anda nggak punya utang, ini masalahnya kan politikus sekarang kan habis pemilu punya utang semua, jual rumah, jual tanah, nanti kalau dia tidak terpilih dia stres, ada yang jadi orang gila,” tandas Fahri Hamzah. [elz/rep]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar