Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah saat memberikan Pembekalan Materi Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Penceramah, Pengajar, dan Pemerhati, yang digelar BPIP, di Hotel Borobudur, Jakarta menyebut, tidak ada bangsa yang menjadi besar dengan menjiplak ideologi atau falsafah bangsa lain, yang tidak sesuai dengan akar budaya dan adat istiadatnya.

“Paling sederhana saja. Keluarga, di rumah, punya falsafah keluarganya masing-masing, dengan nilai, dan sebagainya. Di situlah, keluarga tumbuh dan besar,” kata Basarah, di Jakarta, Senin 18 November 2019 malam.

Menurut Basarah, hal itu sama juga dengan keluarga, bahwa bangsa Indonesia tidak akan mungkin menjadi bangsa yang besar kalau menjiplak falsafah bangsa lain.

Baca juga:   Polri: Rencana Pembubaran Ormas HTI, Tinggal Tunggu Keputusan Resmi Pemerintah

“Karena budaya bangsa lain belum tentu sama dengan sejarah bangsa Indonesia, dengan budayanya, adat istiadatnya. Sebuah bangsa di dunia hanya akan menjadi bangsa yang besar ketika berpegang teguh dengan falsafahnya sendiri,” ujar Basarah.

Ditegaskan Basarah, Pancasila merupakan ideologi yang terbaik dan paling cocok bagi bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila bukan hanya membebaskan bangsa Indonesia dari kolonialisme, tetapi juga mempersatukan bangsa.

“Apakah kemudian kita mau bereksperimen dengan mencoba ideologi-ideologi milik bangsa lain? Dalam catatan saya, tidak ada bangsa yang menjadi besar ketika bangsa itu menjiplak falsafah bangsa lain,” tegasnya.

Baca juga:   Hari Ini, Presiden Jokowi Akan Lantik Megawati dan Ma'ruf Amin Dalam UKPPIP

Basarah juga menjelaskan, Amerika bisa menjadi besar karena memegang teguh falsafah bangsanya, China yang kini menuju sebagai raksasa ekonomi dunia karena berpegang teguh pada falsafah bangsanya sendiri, demikian pula Jerman, maupun Jepang.

“Bangsa Indonesia enggak akan jadi bangsa besar kalau kita menjiplak bangsa Arab, Amerika, atau China. Kita bisa besar kalau bisa pedomani ideologi sendiri, yakni Pancasila,” jelas Ahmad Basarah yang juga Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. [elz/ant]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of