Disaingi 3 Kandidat, Airlangga Diprediksi Tetap Berpeluang Kembali Jadi Ketum Golkar

Airlangga-Hartarto
Airlangga Hartarto. (foto: instagram/airlanggahartarto)

harianpijar.com, JAKARTA – Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad menyebut Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan memilih Ketua Umum periode 2019-2024 terlihat tidak akan banyak riak dan guncangan. Selain itu, tiga calon penantang Ketua Umum saat ini Airlangga Hartarto, diprediksi akan lebih menahan diri.

Sementara diketahui, Partai Golkar yang akan melaksanakan Munas pada 3-6 Desember 2019 mendatang, selain Airlangga Hartarto, ada tiga calon lain yang juga mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yakni Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ridwan Hisjam, dan Indra Bambang Utoyo.

Baca juga:   Politisi Golkar: Bamsoet Mundur, Arah Munas Akan Aklamasi

Menurut Nyarwi, terkait persaingan 4 kandidat Ketua Umum Partai Golkar ini, Munas Golkar nanti dinilai tidak akan terjadi guncangan.

“Sepertinya tidak akan terjadi ‘guncangan’ dalam Munas Golkar. Statement Presiden Jokowi waktu Ultah Golkar sudah mengingatkan soal itu. Guncangan di Golkar akan berdampak kepada stabilitas dukungannya bagi Pemerintahan Jokowi,” ujar Nyarwi saat dikonfirmasi, Senin 18 November 2019.

Selanjutnya, ditegaskan Nyarwi, budaya politik di elite Golkar cenderung mendengarkan dan mengikuti keinginan rezim atau pemerintahan yang sedang berkuasa.

“Kecil kemungkinan terjadi guncangan kepemimpinan dalam Golkar,” tegasnya.

Baca juga:   Anies Ingin Cairkan Dana Cadangan, Golkar: KPK-BPK Harus Audit

Nyarwi menjelaskan, dari keempat calon ketua umum tersebut, Airlangga punya peluang lebih besar untuk kembali memimpin Partai Golkar melalui proses musyawarah dan mufakat yang akan ditempuh.

“Sementara tiga Caketum yang lain sepertinya akan lebih menahan diri untuk tidak menggeser kepemimpinan Airlangga Hartarto dalam waktu dekat,” jelas Nyarwi.

“Untuk jangka waktu dua setengah tahun mendatang stabilitas politik kepemimpinan Golkar tampaknya masih tetap bertahan di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Tapi situasinya mungkin akan beda pada 2022 mendatang,” tandas Nyarwi Ahmad. [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar