Politisi Senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Politisi Partai Golkar, Ridwan Hisjam mengatakan klaim dukungan dari Bambang Soesatyo (Bamsoet) maupun calon ketua umum lain, dari sejumlah DPD Partai Golkar, adalah palsu. Selain itu, klaim politik itu juga tidak bertanggung jawab dan tidak mengerti mekanisme Partai Golkar.

“Saya sampaikan tidak ada satupun caketum yang didukung oleh hampir 600 suara secara resmi, termasuk pak Airlangga,” kata  Ridwan saat dihubungi di Jakarta, Minggu 17 November 2019.

Menurut Ridwan, masalah ini menunjukkan mereka tidak mengerti AD/ART.  Karena, didalam AD/ART, pemilihan calon ketua umum dilakukan secara langsung dan tertutup. Bahkan, tidak melalui surat dukungan.

Baca juga:   Jika Ingin Dapat Dukungan di 2019, Jokowi Harus Jaga Partai Golkar

Dikatakan Ridwan, Partai Golkar itu paling demokratis. Jadi, tidak ada satupun calon ketua umum yang bisa menyatakan didukung oleh siapapun. Selain itu, dicontohkan Ridwan seperti DPD I Golkar karena tidak bisa melihat DPD II Golkar memilih siapa dalam pencoblosan.

“Dukungan semuanya hanya kepalsuan dan klaim politik yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Lihat saja deh, saat pemilihan caketum pada 4 sampai 6 Desember 2019,” ujarnya.

Sementara sebelumnya, salah satu bakal calon ketua umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengklaim telah mengantongi suara sebanyak 383 suara dari tingkat DPD Golkar.

“Jumlahnya ada 14 ketua (DPD) tingkat I yang sama kita, dan kemudian ada 383 yang sudah menyatakan dukungan dan confirm,” kata Ketua DPP Partai Golkar yang mendukung Bamsoet, Andi Sinulingga di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat 15 November 2019 pekan lalu.

Baca juga:   Kabid Humas Polda Metro: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penembakan Kantor DPP Golkar

Menurut Andi, 383 suara itu merupakan jumlah total dukungan untuk Bambang Soesatyo dari DPD I dan II Partai Golkar. Bahkan, pihaknya juga telah mengurangi sekitar 50 suara untuk melihat kemungkinan margin of error.

Andi menilai, dengan jumlah suara yang besar tersebut, mustahil Airlangga Hartarto dapat meraih kursi Ketua Umum Golkar dengan aklamasi. Karena, data tersebut belum termasuk dukungan untuk calon ketua umum lainnya. [elz/rep]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of