Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. (Foto: Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung upaya pemerintah memberantas radikalisme, termasuk di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN.

Menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) Sohibul Iman, pemerintah diingatkan agar tidak terlalu fokus dengan isu radikalisme dan justru melemahkan kinerja BUMN ke depan.

“Jangan sampai itu kemudian melupakan tugas kita sebagai bangsa yang lain; menyehatkan BUMN itu sendiri. Di mana BUMN itu banyak yang rugi,” kata Sohibul di Jakarta, Sabtu 16 November 2019 baru lalu.

Ditegaskan Sohibul, selain masalah tersebut, pemerintah juga perlu proporsional dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. Bahkan, perlakuan yang sama tersebut perlu dilakukan dalam menangani masalah radikalisme dan separatisme.

Selanjutnya, Sohibul juga menyinggung komitmen pemerintah dalam menangkal gerakan separatisme.

“Sekarang kami menilai pemerintah begitu luar biasa dengan radikalisme, tapi kenapa dengan separatisme tidak ada tindakan yang luar biasa? Kami ingin semua hal dilakukan dengan luar biasa,” tegasnya.

Baca juga:   Soal NasDem Kunjungi PKS, Ahmad Basarah: PDIP Tidak Mau Mencampuri

Sementara, menurut Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid ikut mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu fokus akan radikalisme sehingga meninggalkan persoalan separatisme.

“Jangan kemudian keasyikan dalam satu isu, tapi itu kemudian ternyata adalah sesuatu yang membuat separatisme semakin menguat. Karena tidak lagi diawasi. Karena separatisme bertentangan dengan prinsip NKRI,” kata Hidayat.

Kemudian, Sohibul juga membahas mengenai radikalisme. Bahkan, dirinya menceritakan tentang tudingan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, bahwa ada kader PKS yang bersifat radikal.

Hal tersebut diungkapkan Surya Paloh sebelum PKS dan NasDem melakukan pertemuan formal di bulan lalu.

“Dinda, abang ini tahu orang-orang kita banyak di PKS dan abang suka dengan itu. Cuma abang tidak suka kalau mereka sudah radikal,” kata Sohibul menirukan omongan Surya Paloh.

“Saya langsung koreksi pada beliau, bang tolong jangan sembarang bicara. Kalau abang mendengar orang radikal kemudian diidentifikasi orang PKS, silahkan lapor kepada saya nanti saya akan lacak. Saya berani menjamin bahwa yang radikal itu pasti bukan PKS,” lanjut Sohibul.

Baca juga:   Menag: Sistem Khilafah Banyak Mudaratnya, Jadi Musuh Semua Negara

Dijelaskan Sohibul, PKS dari awal bertekad menjadi kanal moderasi dari kecenderungan radikal.

“Dan sampai saat ini setiap yang masuk ke PKS, mereka semuanya menjadi moderat,” jelas Sohibul.

Sementara, dikatakan Sohibul, perbincangan itu merupakan awal mula dari pertemuan formal NasDem dan PKS.

Bahkan, seperti diberitakan sebelumnya, politikus Nasdem Saan Mustofa pernah mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa PKS tidak ditunggangi kelompok radikal dalam pertemuan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa PKS klir, bahwa PKS tidak ditunggangi dan tidak memberikan ruang dan tempat kepada kelompok-kelompok seperti itu (radikal),” kata Saan Mustofa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis 31 Oktober 2019 silam. [elz/cnn]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of