Sugito-Atmo-Prawiro
Sugito Atmo Prawiro. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Kuasa Hukum Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro meminta kejelasan bukti tagihan overstay, jika hal itu menjadi alasan pemerintah Arab Saudi mencekal Rizieq Shihab.

Selain itu, kuasa hukum juga berkeras bahwa Rizieq Shihab dicekal keluar dari Arab Saudi atas intervensi pemerintah Indonesia.

“Bahkan ada pihak yang mau bayarin. Kami bilang, nggak usah, biar kami, tapi sampai sekarang mana bukti tagihannya?” kata Sigito saat dikonfirmasi, di Jakarta, Sabtu 16 November 2019.

Menurut Sugito, jika overstay adalah penyebab utama Rizieq Shihab dicekal, seharusnya ada sikap dari pemerintahan Arab Saudi. Bahkan, semestinya Rizieq Shihab juga menjalani proses hukum jika memang melanggar masalah keimigrasian.

“Ya harusnya ditangkap, ditahan, diproses atau dideportasi, tapi ini kan tidak dilakukan,” ujar Sugito.

Ditegaskan Sugito, menurut ketentuan yang ada di Arab Saudi, jika ada pihak yang overstay pihak tersebut akan terus dikejar. Namun, hal tersebut tidak dilakukan terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI).

Baca juga:   Polisi Tangkap Anggota FPI Penyebar Ancaman ke Kapolri dan Kabareskrim

“Berarti sudah ada kesepakatan antara pihak Pemerintahan Arab Saudi dan Indonesia. Kalau tidak, mana mungkin yang overstay ini dibiarkan ?” tegas Sugito.

Selanjutnya, dijelaskan Sugito bahwa visa Rizieq Shihab habis hingga 20 Juli 2018. Namun, beberapa waktu sebelumnya, Rizieq Shihab sempat mencoba ke luar negeri untuk mengantisipasinya.

“Upaya itu dilakukan tiga kali, pada tanggal delapan, 12 dan 19 Juli 2018, tapi semuanya gagal,” jelasnya.

Sementara sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku telah menerima surat yang dikirimkan oleh pihak Rizieq Shihab. Namun, surat tersebut bukan merupakan surat pencekalan karena tidak menjelaskan alasan pencekalan oleh Pemerintah Indonesia.

Dijelaskan Mahfud MD, surat yang dikirimkan oleh pihak Rizieq Shihab merupakan surat dari Imigrasi Arab Saudi. Surat itu, hanya menjelaskan larangan Rizieq Shihab ke luar negeri karena alasan keamanan.

Baca juga:   SBY-Prabowo Bertemu, Mahfud MD: Belum Ada Efek Politiknya

“Sudah. Itu bukan, yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan. Bukan alasan pencekalan, tapi surat dari Imigrasi Arab Saudi bahwa Habib Rizieq nomor paspor sekian dilarang keluar Arab Saudi karena alasan keamanan. Itu saja,” jelas Mahfud MD, di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

Kemudian, Mahfud MD juga menegaskan, bahwa hal tersebut merupakan urusan Rizieq Shihab dengan otoritas Arab Saudi, bukan dengan Pemerintah Indonesia. Karena itu, diminta agar pihak Rizieq Shihab menunjukkan bukti pencekalan dari Pemerintah Indonesia.

“Kalau ada yang dari kita, tunjukkan ke saya. Jangan yang begitu-begitu. Yang gitu-gitu ndak bisa dijadikan alat untuk nego bagi pemerintah kita. Yang harus nego dia sendiri kalau surat seperti itu,” tegas Mahfud MD. [elz/rep]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of