Sohibul-Iman
Sohibul Iman. (foto: detik/Lisye)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut sikap oposisi yang diambil tidak bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin. Bahkan, PKS hanya ingin mendorong pemerintah bekerja demi masyarakat banyak.

“Posisi kita di luar pemerintahan tidak lain untuk kepentingan masyarakat. Sebagai oposisi bukan berarti kita akan menjatuhkan pemerintahan, tetapi justru kita ingin mengajak pemerintahan ini kepada rel yang benar sehingga benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 15 November 2019.

Menurut Sohibul, posisi PKS sebagai parpol oposisi diharapkan bisa terus memberikan masukan dan koreksi terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Baca juga:   Demokrat: Setelah Putusan MK, Belum Ada Komunikasi Jokowi dan AHY

Bahkan, tidak hanya di sektor politik, namun PKS berkomitmen mengkoreksi kebijakan di sektor ekonomi maupun sistem ketatanegaraan secara umum karena dinilainya tak diurus secara profesional.

“Nah ucapan atau headline sebuah media yang menyebutkan ‘I dont read what i sign’ misalnya. Itu sebenarnya sudah mewakili tentang tata kelola negara ini tidak dikelola secara profesional,” ujar Sohibul.

Selanjutnya, Sohibul menegaskan, bahwa kalimat ‘i dont read what i sign’ yang dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015 lalu, merujuk soal kenaikan tunjangan uang muka pembelian mobil bagi pejabat yang termaktub dalam  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2015 tentang Tunjangan Uang Muka Kendaraan Bermotor Perorangan Pejabat Negara.

Bahkan, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu menyebut tidak membaca semua materi yang ditandatanganinya, termasuk Perpres tersebut.

Baca juga:   Dana Kampanye Jokowi Disorot, TKN Minta Bambang Widjojanto Berhenti Berimajinasi

“Sebab itu kita harus kemudian bisa mengoreksi semuanya. Banyak bahan yang bisa kita lakukan koreksi terhadap pemerintahan pak Jokowi,” ucapnya.

Ditegaskan Sohibul, target PKS adalah menjadi partai utama di basis pemilih Islam. Untuk mewujudkan itu, kata dia, seluruh kader harus fokus menjalankan agenda strategis partai sehingga orang lain bisa memikirkan apa yang PKS akan kerjakan.

“Hari ini kita dengan penegasan sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, kita harus punya mental sebagai leader. Kita harus berbuat yang membuat orang lain menunggu kira-kira langkah apa yang dilakukan oleh PKS,” tegas Sohibul Iman. [elz/cnn]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of