Politisi PKS: Sebagai Kader Parpol, Ahok Akan Langgar UU Jika Masuk BUMN

Ahok
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di Kongres V PDIP di Bali. (foto: detik/Grandyos Zafna)

harianpijar.com, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Amin meminta kejelasan soal status mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di partai politik, terkait potensi menempati posisi di perusahaan plat merah.

Menurut Amin, menjadi Komisaris atau Direksi di sebuah BUMN itu ada aturannya. Karena itu, kalau aturan diikuti, siapa pun berhak untuk menempati posisi tersebut.

Sementara diketahui, status mantan Gubernur DKI Jakarta itu diketahui sebagai anggota dalam partai politik bertentangan dengan aturan terkait pemilihan komisaris atau direksi BUMN. Sebab, aturan tersebut dibuat untuk menjaga agar tidak ada konflik kepentingan di dalam BUMN.

Baca juga:   Hasto: Diakui Kabinet Jokowi Tidak Dapat Menyenangkan Semua Orang

“Ada aturan yang nanti menjaga BUMN tersebut betul-betul untuk kepentingan bangsa, rakyat, dan negara,” kata Amin dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis 14 November 2019.

Ditegaskan Amin, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sudah menjadi anggota parpol tersebut. Karena itu, dirinya minta kejelasan kepatutan seorang anggota parpol tertentu menjabat jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kalo orang menjadi kader apalagi pengurus parpol layaknya kurang tepat menjadi direksi atau komisaris BUMN. Ada aturannya karena nanti bisa menimbulkan conflict of interest,” jelas Amin.

Baca juga:   Pantun Haji Lulung ke Ahok: Es Kemong Pakai Roti, Kalau Ngomong Hati-Hati

Selanjutnya, Amin juga meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir untuk memilih jajaran komisaris dan direksi di BUMN dengan mendasarkan pada integritas dan kapabilitas seseorang.

“Kami hanya berkeinginan Pak menteri BUMN sebagai pemegang saham punya otoritas untuk menentukan direksi dan juga komisaris BUMN memegang teguh prinsip-prinsip GCG, tata kelola perusahaan yang baik. Terlebih BUMN-BUMN yang strategis,” tandas Amin. [elz/med]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar