Tingkat Kepercayaan Publik Turun 3 Persen, Begini Kata KPK

Gedung-KPK
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

harianpijar.com, JAKARTA – Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap KPK menurun sekira 3,3% setelah Pilpres 2019. KPK menyatakan bakal menjadikan hasil survei itu sebagai pelajaran untuk lebih bekerja keras mengembalikan kepercayaan publik.

“Kalau dilihat kami bersyukur juga tingkat kepercayaan KPK itu masih di atas 85 persen, yang berada pada posisi nomor dua. Proses evaluasi tentu harus dilakukan ya, baik bagi KPK ataupun bagi semua institusi publik, karena seluruh institusi negara ini kan sebenarnya bertanggung jawab pada publik,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 14 November 2019.

Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan menjadikan hasil survei ini sebagai pengingat agar lebih bekerja keras lagi. Kendati demikian, dirinya bersyukur KPK masih berada pada urutan kedua.

“Bagi KPK, saya kira kami akan menjadikan semua pembacaan itu semua angka-angka itu untuk memperkuat diri ke dalam, apakah itu evaluasi, ataupun apresiasi. Kami pikir itu juga menjadi semacam pengingat di KPK agar bekerja lebih keras,” tambah Febri Diansyah.

Baca juga:   Menteri Edhy Prabowo Ditangkap, Jokowi Percaya KPK Transparan dan Profesional

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei kepercayaan publik terhadap institusi negara dan lembaga sosial usai Pilpres 2019. Menurut hasil survei tersebut kepercayaan publik terhadap Presiden, DPR, Polri, hingga KPK terjadi penurunan.

Survei itu dilakukan dalam rentang waktu sebelum dan sesudah Pilpres 2019, yakni pada Juli 2018 dan September 2019. Survei dilakukan terhadap 12 institusi negara dan lembaga sosial.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan populasi di 34 provinsi serta menggunakan 1.200 responden. Sedangkan margin of error survei sekitar 2,9%.

Adapun hasil survei LSI Denny JA adalah sebagai berikut:

1. Presiden 81,5%, turun menjadi 75.2%, turun sekitar 6.3%.

Baca juga:   Soal Kematian Johannes Marliem, KPK Minta Informasi ke FBI

2. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 68,7%, menjadi 64.2%, turun sekitar 4,5%.

3. DPR sebesar 65,0 %, menjadi 63,5%, menurun sekitar 1,5%.

4. KPK sebesar 89%, menjadi 85,7%, menurun sekitar 3,3%

5. Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar 76,4% menjadi 70,2%, menurun sekitar 6,2 %.

6. Polri 87,8 %, menjadi 72,1% turun sekitar 15,7%.

7. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari 90,4% menjadi 89%, turun sekitar 1,4 %.

8. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 82,3% menjadi sebesar 78,1%, turun sebesar 4,2%.

9. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebesar 81,2%, turun menjadi 80,2%, turun sekitar 1%.

10. Himbauan tokoh agama (ulama) sebesar 91,3% menurun menjadi 85,1 %, turun sekitar 6,2%.

11. Pers sebesar 77,5% turun menjadi 64,8%, menurun sekitar 12,7%.

12. Sesama warga negara sebesar 83,4%, turun menjadi 78,6%, turun sekitar 4,8%.

. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar