Ronny-F-Sompie
Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie. (foto: detik/Bil Wahid)

harianpijar.com, JAKARTA – Direktorat Imigrasi Kemenkumham angkat suara soal isu pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Imigrasi menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat penangkalan terhadap Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia.

“Jadi kepada Habib Rizieq, Kemenkumham Ditjen Imigrasi belum pernah menerbitkan surat untuk menolak atau menangkal Habib Rizieq masuk ke Indonesia sampai saat ini,” ujar Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa, 12 November 2019.

Ronny F Sompie mengatakan wewenang penangkalan diatur dalam Pasal 98 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011. Aturan itu menyatakan penangkal hanya bisa dilakukan terhadap warga negara asing.

“Berkaitan dengan penangkalan, Pasal 98 menyatakan penangkalan itu hanya terhadap WNA atas permintaan aparat penegak hukum karena ada kasus yang ditangani atau berkaitan dengan pelanggaran tebenasia,” terang Ronny F Sompie.

Baca juga:   Terkait Dilaporkannya Rizieq Shihab ke Polisi, FPI Akan Laporkan Balik PP-PMKRI

Sebelumnya, Rizieq Shihab mengungkapkan alasannya tidak bisa pulang ke Indonesia dengan menunjukkan surat pencekalan dari pihak pemerintah Indonesia yang ditujukan kepada pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, pencekalannya itu tak berkaitan dengan kasus pidana apa pun.

“Saya dilarang berpergian ke Saudi, bahkan ini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan. Jadi sekali lagi, saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan,” kata Rizieq Shihab dalam kanal YouTube Front TV, Minggu, 10 November 2019.

Rizieq Shihab menyebut ada pihak yang takut dirinya pulang. Sambil menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan, Rizieq Shihab mengatakan pemerintah Arab Saudi akan mencabut ‘pencekalan’ itu jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.

Baca juga:   Merasa Dikriminalisasi, Kuasa Hukum: Rizieq Shihab Belum Pulang Karena Masih Menunggu Hasil Rekonsiliasi

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD membantah pengakuan Rizieq Shihab tersebut. Dirinya pun mempertanyakan kebenaran surat itu.

“Saya tidak tahu itu suratnya, suruh kirim ke sayalah. Kok hanya di TV gitu. Saya ingin tahu itu surat benar apa, apa surat resmi atau berita koran atau apa kan gitu cuma diginikan (diperlihatkan) di medsos. Coba suruh kirim copy-nya ke saya, saya ingin tahu,” tukas Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of