Soal Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang, FPI: Negara Harus Buat Pernyataan Resmi

Ahmad-Sobri-Lubis
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis. (foto: Netralnews/Adiel Manafe)

harianpijar.com, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) meminta setidaknya ada pengakuan dari negara bahwa ada masalah terkait pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia. Selain itu, Rizieq Shihab belum bisa pulang karena masih dipersulit oleh pemerintah Indonesia.

“Negara harus membuat pernyataan resmi, bahwa ada WNI yang bermasalah di luar negeri,” kata Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis saat ditemui, di Jakarta, Senin 11 November 2019.

Menurut Sobri, FPI juga belum ada rencana untuk menemui otoritas tertentu. Lantaran, permasalahan yang ada belum jelas arahnya.

“Kita minta persoalan ini diselesaikan terlebih dahulu, dan penting dicatat, masalah ini bukan berasal dari HRS,” ujar Sobri.

Baca juga:   Kuasa Hukum Nilai Ada Kejanggalan dalam Laporan Kasus Makar Ketum FPI

Ditegaskan Sobri, pihaknya merasa kesulitan untuk mengurus pemulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu. Selain dari kasus yang tidak jelas, bahkan pihaknya kerap kali diabaikan ketika mengurus hal tersebut.

“Kita gak enak ngurusnya, selalu dilempar-lempar dan tidak jelas,” tegasnya.

Selanjutnya, Sobri menjelaskan, bahwa permasalahan utama Rizieq Shihab bukan karena overstay, melainkan ada yang memang melarang untuk pulang. Karena itu, Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi ada permintaan untuk dilarang berpergian.

Kemudian, berdasarkan bukti lainnya, Rizieq Shihab juga sempat mencoba tiga kali untuk berpergian ke negara lain, bahkan sebelum ada surat pencekalan. Namun, upaya tersebut selalu gagal.

Baca juga:   Tanggapi Hasil Survei, Moeldoko Minta Soal Kepulangan Rizieq Shihab Tak Dipolitisasi

“Sebenarnya Rizieq Shihab sempat ke luar negeri jauh sebelum visa berakhir, tapi kemudian beberapa waktu sebelum visa habis, Rizieq Shihab mulai sulit berpergian,” jelas Sobri.

Sementara, dikatakan Sobri, pada 20 Juli 2018 menjadi batas akhir Rizieq Shihab tinggal di Arab Saudi. Bahkan, sebelum tenggat waktu tersebut, Rizieq Shihab melakukan tiga kali percobaan untuk pergi, dengan waktu yang berdekatan.

“Pertama Delapan Juli 2018, namun gagal karena dicekal. Kedua tanggal 12 dan ketiga 19 Juli 2018,” tandas Sobri. [elz/rep]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar