Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid meyakini tidak ada “restu-restuan” dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait calon Ketua Umum Partai Golkar.

“Saya yakin tidak ada restu-merestui kepada satu atau dua orang kandidat dari Pak Presiden, termasuk kepada Pak Airlangga sebab beliau sangat demokratis dan menghargai proses demokrasi,” kata Nusron saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat 8 November 2019 baru lalu.

Menurut Nusron, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menghargai hak dan pilihan DPD I dan DPD II Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan digelar bulan Desember mendatang.

Baca juga:   Bayangi Jokowi dan Prabowo, Nama SBY Muncul dalam Hasil Survei

Bahkan, Nusron menilai, terkait dengan pujian Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Airlangga Hartarto saat peringatan HUT Ke-55 Golkar, hal itu wajar mengingat Airlangga merupakan salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju. Namun, hal itu bukan berarti merestui Airlangga kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar.

“Merupakan hal yang wajar jika Presiden Jokowi memuji Pak Airlangga. Apalagi yang bersangkutan menteri pilihan beliau. Masa Pak Jokowi mengatakan menterinya jelek, kan tidak mungkin,” ujar Nusron.

Baca juga:   Muhaimin Iskandar: PKB Inginkan Prabowo dan Jokowi Bertemu

“Malah lucu kalau Pak Jokowi tidak memuji pilihannya. Apalagi Pak Airlangga memang menteri yang perform di mata beliau,” lanjutnya.

Selanjutnya, Nusron juga menekankan, bahwa memuji menteri bukan berarti Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui dan ikut-ikutan dalam munas atau agenda internal partai.

“Pak Jokowi pasti mengharapkan agar pelaksanaan munas berjalan dengan demokratis, fair play, dan tidak gaduh, serta menghargai berbagai pendapat yang ada,” tandas Nusron Wahid. [elz/ant]

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of