Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: detik/Marlinda Oktavia Erwanti)

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih langsung Dewan Pengawas KPK tanpa melalui panitia seleksi (pansel). Terkait hal itu, Peneliti senior LIPI Siti Zuhro menyarankan agar Jokowi memilih orang-orang yang tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat.

“Berikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa sosok-sosok yang diambil adalah bukan president man tapi orang-orang profesional yang akan melakukan fungsi pengawasan yang proper, yang akurat, dan bisa lah masyarakat itu mempercayakan itu. Meskipun masih ada syak wasangka, rasa curiga, rasa waswas, dan sebagainya,” ujar Siti Zuhro di kantor DN-PIM, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, 7 November 2019.

Baca juga:   Peneliti: Keterangan Miryam S Haryani Bisa Digali di Persidangan

Siti Zuhro menilai masyarakat saat ini tengah menunggu manuver Jokowi dalam menentukan Dewan Pengawas KPK. Untuk itu, kata dia, Jokowi perlu memilih sosok yang berintegritas dan sesuai dengan kehendak masyarakat.

“Penunjukan sosok-sosok pengawas nanti ini adalah orang-orang yang merepresentasikan tentunya integritas atau kehendak dari masyarakat. Jadi yang ketika disebutkan, masyarakat tidak resisten, masyarakat tidak melawan, tidak jadi perdebatan, kontroversi, pro kontra. Kita harapkan seperti itu,” kata Siti Zuhro.

Sebagaimana diketahui, anggota Dewan Pengawas KPK untuk pertama kalinya bakal ditunjuk Presiden Jokowi. Anggota Dewan Pengawas bakal dilantik bersamaan dengan pelantikan Komisioner KPK yang baru.

Baca juga:   Akan Tenangkan Pendukung, Sandi: Jangan Marah pada Pak Prabowo dan Saya

Nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dan Antasari Azhar sempat muncul. Namun, Jokowi menyatakan nama-nama anggota Dewan Pengawas KPK masih digodok.

“Masih dalam penggodokan. Tetapi kita harapkan yang ada di sana (Dewan Pengawas KPK) memiliki integritas,” ujar Jokowi saat menjawab pertanyaan awak media apakah nama Antasari Azhar dan Ahok masuk bursa Dewas KPK, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of