Menteri Agama: Suka Mengkafirkan Orang dan Komentar Negatif Agama Lain, Itu Radikal

Fachrul-Razi
Fachrul Razi. (foto: detik/Isa Mawardi)

harianpijar.com, TANGERANG – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyebut yang sering mengkafirkan orang lain itu adalah kelompok radikal. Bahkan, kelompok tersebut sering berkomentar negatif terhadap umat agama lain.

“Kita bicara dari aspek agama, bahwa keyakinan bukan sebuah hal yang radikal. Kalau dia menjelek-jelekan agama lain, mengafir-ngafirkan, nah baru itu disebut radikal,” kata Fachrul saat memberi pembekalan bagi peserta Kemah Pemuda Lintas Paham Keagamaan Islam di Hotel Aryaduta, Tangerang Selatan, Rabu 6 November 2019.

Menurut Fachrul, bahwa gerakan radikalisme agama harus jadi perhatian bersama. Selain itu, diyakini dampak buruk bisa langsung mempengaruhi kerukunan hidup antarumat beragama.

Namun, dirinya tidak menganggap orang yang memahami agama secara mendalam sama dengan kelompok radikal. Karena, hal itu berbeda.

Baca juga:   Begini Kata Wapres Ma'ruf Amin Soal Penanganan Radikalisme

Dikatakannya, bahwa pemahaman agama yang mendalam justru sebuah keharusan. Bahkan, dirinya yakin toleransi antarumat beragama tercipta berkat pemahaman agama yang mendalam.

“Ini luar biasa dan betul-betul. Kalau orang takwanya tinggi tentu tidak akan begitu,” ujar Fachrul.

Sementara, Fachrul sejak dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agama juga kerap kali menekankan bahaya radikalisme yang berbasis agama. Bahkan, Fachrul juga sempat mewacanakan penataran bagi para pendakwah.

Karena, dirinya berpendapat saat ini radikalisme, khususnya paham khilafah, sudah mulai menyebar lewat mimbar-mimbar masjid.

“Memang kita pasti dalam waktu dekat akan segera melakukan semacam penataran penceramah, ustaz. Bagi yang mau, yang enggak mau ya enggak apa-apa, silakan, kita enggak maksa,” kata Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019 lalu.

Baca juga:   Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika Dukung Pemerintah Tindak Kelompok Radikal dan Intoleran

Kemudian, Fachrul juga sempat menyinggung gaya berpakaian yang berkaitan dengan gerakan radikal. Bahkan, Fachrul juga menyampaikan rencana membuat aturan pelarangan menggunakan cadar dan celana cingkrang bagi PNS di instansi pemerintah.

“Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu,” tandas Fachrul Razi.

Namun diketahui, rencana-rencana Menteri Agama itu menuai polemik. Bahkan, ada yang setuju dan ada pula yang tidak. Bahkan, Fachrul juga sempat minta maaf lantaran telah membuat gaduh akibat pernyataannya. [elz/cnn]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar