Pengamat: Antisipasi Ada Gejolak di Koalisi Jokowi, Nasdem Cari Kawan Politik Baru

adi-prayitno
Pengamat politik dan juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dan juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut manuver Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang bertandang ke Kantor DPP PKS, disebut sebagai upaya mencari kawan politik baru di luar koalisi pemerintahan Jokowi Widodo-Marif Amin.

Menurut Adi, hal tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan politik apabila terjadi gejolak serius antar koalisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, bahwa sejak awal proses penyusunan Kabinet Indonesia Maju sangat nampak tidak solid, sehingga Surya Paloh mengambil langkah politik lebih awal mencari mitra koalisi baru.

Baca juga:   Hasto: Diakui Kabinet Jokowi Tidak Dapat Menyenangkan Semua Orang

“NasDem sedang mencari teman baru di luar koalisi pemerintah untuk menjaga keseimbangan politik jika terjadi gejolak serius antar koalisi pendukung Jokowi. Apalagi sejak awal pembentukan kabinet koalisi jokowi mulai menampakkan gejala tak solid,” ujar Adi di Jakarta, Minggu 3 November 2019.

Selanjutnya, Adi juga berpendapat, bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ingin membangun jembatan politik dengan partai politik non pemerintah untuk memenuhi kebutuhan politik jangka panjang. Dicontohkan, perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Baca juga:   Pengamat Politik: Sudah Bukan Masanya Amien Rais Ambil Bagian Dalam Perjalanan PAN

“Nasdem ingin membangun jembatan pengertian dengan parpol non pemerintah untuk kebutuhan politik jangka pendek, menengah, dan panjang. Misalnya soal menghadapi pilkada serentak 2020 dan pemilu 2024. Tentu Nasdem sedang berhitung tentang¬† kondisi koalisi Jokowi yang tidak bisa dipastikan solid,” tandas Adi Prayitno. [elz/rmol]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar