Pengamat: NasDem Harus Segera Putuskan Sikap Politik

Pengamat politik dari Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Nasional Demokrat (NasDem) harus segera memutuskan sikap politiknya, apakah tetap berada dalam koalisi pemerintah atau menjadi oposisi.

Menurut Pengamat politik dari Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, terkait opsi partainya menjadi oposisi perlu segera diputuskan agar publik, pemerintah, dan kader Partai NasDem sendiri bisa mengetahui secara jelas sikap politik yang akan diambil oleh partai tersebut.

“Selama NasDem belum memberi ketegasan, publik menjadi bertanya-tanya, NasDem ini sebetulnya sedang bersandiwara lewat jurus gertakan politik atau memang memiliki kesungguhan politik menjadi partai oposisi?,” kata Said di Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

Baca juga:   Kaum Radikal Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ditegaskan Said, jika NasDem terus mengambil posisi abu-abu, pemerintah juga lama-lama bisa tidak nyaman dengan Partai NasDem. Bahkan, bukan mustahil loyalitas mereka akan diragukan oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kasihan juga kader NasDem yang duduk sebagai menteri. Mereka mungkin juga jadi risih pada Presiden dan koleganya di Kabinet Indonesia Maju (KIM). Rasa kikuk dalam pergaulan politik boleh jadi tidak hanya dirasakan oleh Pak Jhonny G Plate (Menkominfo), Ibu Siti Nurbaya (Menteri LHK), dan Pak Sahrul Yasin Limpo (Mentan), tetapi mungkin juga dialami oleh kader NasDem yang duduk di kursi DPR dan DPRD di seluruh Indonesia,”  tegas Said.

Baca juga:   Pengamat Politik: Tunjukan Taat Hukum, Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK

Selanjutnya, Said juga menjelaskan, kalau memang tidak serius, ada baiknya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh segera bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menjelaskannya kepada publik.

“Kalau mau sungguh-sungguh jadi partai penentang pemerintah, sebaiknya mereka segera tarik kadernya dari Kabiet Indonesia Maja,” kata Said yangnjuga Konsultan senior political and constitutional law consulting (Postulat) ini. [elz/ant]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar