Wameng Minta Semua Pihak Dewasa Sikapi Soal Cadar dan Celana Cingkrang

Zainut-Tauhid-Saadi
Zainut Tauhid Sa'adi.

harianpijar.com, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menuai kritik dari sejumlah pihak lantaran mewancanakan larangan pemakaian cadar atau nikab dan celana cingkrang di kantor pemerintah. Membela Fachrul Razi, Wamenag Wakil Menag (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan bahwa wacana itu merupakan langkah penertiban dan penegakan disiplin ASN Kemenag.

“Tanpa harus mengaitkan dengan hak privasi seseorang, apalagi memperhadapkan dengan kebebasan dalam melaksanakan ajaran agama. Karena dalam penertiban dan penegakan disiplin tersebut dipastikan tidak ada satu pun ajaran agama, hak privasi, atau hak asasi seseorang dalam menjalankan ajaran agama yang dilanggar. Semuanya masih dalam koridor ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada,” ujar Zainut Tauhid Sa’adi kepada detik, Sabtu, 2 November 2019.

Zainut Tauhid Sa’adi pun meminta publik untuk berpikir dewasa dalam menyikapi wacana larangan cadar dan celana cingkrang. Dirinya ingin masyarakat tak menaruh curiga dengan wacana tersebut.

“Semua pihak hendaknya dewasa dalam menyikapi pernyataan Menteri Agama, khususnya terkait dengan penggunaan cadar dan celana cingkrang oleh ASN,” kata Zainut Tauhid Sa’adi.

Baca juga:   Bela Lukman Hakim yang Dianggap Gagal, Kemenag Sebut Tuduhan Wakil Sekjen PKB Tak Berdasar

“Hal tersebut hanya untuk penertiban dan penegakan disiplin pegawai di lingkungan Kementerian Agama, sehingga tidak perlu ditanggapi secara emosional, berlebihan, dan penuh dengan kecurigaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan, baik ASN, maupun TNI-Polri, memiliki aturan berseragam tersendiri. Dirinya memastikan aturan itu tidak melanggar nilai-nilai etika dan estetika, serta tidak bertentangan dengan ajaran agama.

“Sehingga ketentuan tersebut harus ditaati dan diindahkan oleh semuanya,” pungkas Zainut Tauhid Sa’adi.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur ikut menanggapi soal wacana larangan cadar dan celana cingkrang. Menurutnya, pemakaian cadar tidak bisa dilarang karena menyangkut keyakinan seseorang.

Sedangkan terkait celana cingkrang, Yusuf Mansur mengatakan memang sedang tren. Dirinya menyebut gaya berpakaian sekarang memang demikian, pria memakai celana panjang di atas mata kaki.

“Bila dengan seperti itu hak seseorang sebagai warga negara kemudian menjadi hilang, nggak boleh menjadi pegawai negeri, nggak boleh bekerja di perbankan syariah, nggak boleh kemudian bekerja di instansi pelayanan publik, menurut saya kayanya kok kurang bijak ya, kurang arif,” ujar Yusuf Mansur dalam video di akun Instagram-nya, Sabtu, 2 November 2019.

Baca juga:   Enggan Komentar, Menag Serahkan Kasus Sudarto ke Proses Hukum

Tak hanya Yusuf Mansur yang mengkritik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga tak setuju dengan wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang.

Menurut PKS, celana cingkrang tidak selalu identik dengan paham agama yang dianut oleh seseorang. Bahkan, PKS menyindirFachrul Razi yang dianggap tidak paham dengan gaya berpakaian zaman sekarang.

“Mungkin celana cingkrang sekarang bukan diidentikkan dengan orang-orang yang punya pilihan agama sendiri, pilihan-pilihan perbedaan itu, tapi bahkan jadi gaya gaul anak sekarang juga,” kata Jubir PKS Ahmad Fathul Bahri di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2019.

“Dan Menteri Agama nggak tahu karena mungkin beliau orang tua. Bisa jadi nggak paham bahwa gaya anak sekarang pakai celana ada yang cingkrang dan sebagainya dan tentu ini jadi catatan juga,” imbuhnya. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar