Menko Polhukam: Polri dan Kejaksaan Bisa Lebih Hebat dari KPK

Mahfud-MD
Mahfud MD. (foto: detik/Lisye Sri Rahayu)

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung bisa lebih hebat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika seluruh sumber daya serta potensi yang ada di dua lembaga penegak hukum tersebut dimanfaatkan secara profesional.

“Sebenarnya sih lembaga penegak hukum yang ada sekarang, Polri, Kejaksaan, itu bisa sehebat atau lebih hebat dari KPK,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat 1 November 2019 kemarin.

Menurut Mahfud MD, itu bisa terwujud jika seluruh sumber daya dan potensi lain yang ada di keduanya, termasuk struktur organisasi sampai ke tingkat daerah, dimanfaatkan secara profesional.

Baca juga:   Edhy Prabowo Mundur dari Waketum, Gerindra: Kami Segera Siapkan Penggantinya

Selain itu, kekhawatiran akan terjadinya pelemahan dalam pemberantasan korupsi dapat diminmalisasi atau bahkan tidak ada.

“Nah itulah yang nanti akan kita kerjakan dari sini untuk iklim investasi, suatu penegakkan hukum yang memberi harapan kepada pelaku pasar. Kedua, tentu kan keamanan-keamanan itu, langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk melakukan deradikalisasi,” ujar Mahfud MD.

Sementara, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua ini diharapkan dapat memperbaiki iklim investasi. Apalagi saat ini selain Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga membentuk kementerian yang fokus untuk urusan investasi, yakni Kemenko Maritim dan Investasi.

Baca juga:   Polri Tantang Veronica Koman Tunjukkan Bukti Soal Ancaman Pembunuhan

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Agung Pambudi, meskipun dalam lima tahun terakhir kinerja investasi cukup positif. Namun, masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan mencakup peningkatan iklim investasi.

Bahkan, ditegaskan Agung hal yang sangat fundamental adalah free trade agreement (FTA) antara Indonesia dan AS, serta Indonesia dan Eropa untuk mendapatkan insentif tarif. [elz/rep]

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar