Fahri Hamzah Geram Dengar Isu Din Syamsuddin Masuk dalam Daftar Terorisme Dunia

Fahri-Hamzah
Fahri Hamzah.

harianpijar.com, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah merasa geram mendengar isu yang menyebutkan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin masuk dalam daftar terorisme dunia.

Menurut Fahri Hamzah, isu yang viral di sejumlah linimasa media sosial itu tidak lepas dari kritikan tajam yang dilakukan Din Syamsuddin pada pemerintah. Terutama setelah pengumuman menteri di Kabinet Indonesia Maju, di mana ada menteri yang seolah kompak ingin memberantas radikalisme.

Fahri Hamzah juga menegaskan, isu Din Syamsuddin terlibat dalam terorisme merupakan isu yang disebarkan oleh mereka-mereka yang sudah sakit dalam berpikir. Sementara, Din Syamsuddin sendiri adalah tokoh dunia yang sudah mendapat banyak penghargaan dari banyak negara.

Baca juga:   Anwar Abbas Berharap Densus 88 Fokus ke KKB Papua, Jangan Sibuk Ambil Kotak Amal

“Gara-gara Pak Din Syamsuddin kritik pemerintah, lalu dia dituduh membiaya teroris. Ini permainan orang sakit. Kalau dia disebut teroris, terus kita gimana?” tulis Fahri Hamzah dalam akun Twitter-nya, Minggu, 27 Oktober 2019.

Selanjutnya, dengan alasan itu Fahri Hamzah berharap Menko Polhukam Mahfud MD segera mengakhiri narasi-narasi anti radikalisme yang terus didengungkan sejumlah pihak.

Baca juga:   Tanggapi Masyumi Reborn, Hidayat PKS: Tidak Benar kalau Kami Disebut Tak Siap Tampung

“Inilah tugas berat menteri kita yang baru. Mengakhiri bisnis-bisnis orang yang tidak menghendaki ada persaudaraan dan perdamaian sejati,” lanjutnya.

Sementara, menurut Din Syamsuddin isu radikalisme cenderung menyudutkan dan menyakiti masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia. Karena itu, dirinya sendiri menanggapi santai berita lama dari media yang seolah disebut berasal dari Yaman.

“Isu yang viral itu adalah bagian dari permainan elite politik,” kata Din Syamsuddin. (elz/rmo)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar