PKS Ajak FPI Cs Oposisi, Pengamat: Berpotensi Destruktif dan Merusak Konstitusi

Arif-Susanto
Arif Susanto. (foto: Antara/Boyke Ledy Watra)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat Politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan menggandeng sejumlah ormas Islam seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI) hingga GNPF Ulama, untuk menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, mengkhawatirkan. Pasalnya, upaya PKS itu berpotensi destruktif bagi kehidupan konstitusi Indonesia.

Menurut Arif Susanto, ancaman nyata dari upaya PKS itu dapat terlihat dari keadaan politik pada pemilu-pemilu sebelumnya. Baik Pilpres 2014 dan 2019, maupun Pilgub DKI Jakarta 2017, tercipta polarisasi akibat masifnya sentimen keagamaan tertentu.

“Saya khawatir di tengah minimnya sekutu politik, ini lantas menjadi daya tarik mereka untuk diajak menjadi bagian dari kekuatan penekan. Kekuatan non parlemen ini kan kekuatan yang justru punya peluang untuk menjadi destruktif,” kata Arif Susanto saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

Baca juga:   Lieus: Rekonsiliasi Jangan Cuma Selesai dengan Jokowi dan Prabowo, Kasihan Negeri Ini

Ditegaskan Arif Susanto, kelompok-kelompok ormas Islam itu sudah kehilangan relevansi politik sejak Prabowo Subianto membubarkan koalisi Pilpres 2019 sejak Juni lalu. Bahkan, beberapa dari ormas yang disebutkan tidak terdaftar secara legal, tetapi melakukan sebuah gerakan yang mirip dengan partai politik.

Sementara, dikatakan Arif Susanto, tindakan-tindakan ormas yang akan digandeng PKS tercatat beberapa kali melakukan hal-hal di luar konstitusi.

“Kita tahu lah, alumni 212 sebagian diantaranya malah melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional untuk memperjuangkan kepentingan politik mereka,” ujar Arif Susanto.

“Di antaranya bahkan mulai melandaskan gerakannya dengan ideologi yang berlawanan dengan ideologi negara,” tambahnya.

Namun, dimata Arif Susanto, selama ini penggunaan istilah oposisi dalam sistem presidensial seperti Indonesia seringkali menjadi masalah mendasar. Karena, sikap oposisi suatu partai hanya menargetkan untuk kepentingan politik jangka pendek.

Baca juga:   Usai Diminta Jokowi Jadi Menhan, Prabowo Langsung Temui Amien Rais

“Padahal kalau kita bicara mengenai oposisi, bukan hanya untuk eksistensi partai politik, tapi juga kelangsungan negara,” pungkas Arif Susanto.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan akan mengajak PA 212, FPI, dan GNPF Ulama serta ormas Islam lainnya untuk menjadi ‘lawan’ pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin selama lima tahun ke depan.

“Selama semuanya sesuai koridor konstitusi kita akan mengajak. Bukan cuma teman dengan FPI, GNPF ulama, bahkan kami sudah mulai dengan teman-teman lainnya juga,” kata Mardani Ali Sera di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019.

Sedangkan diketahui, PA 212 dan GNPF Ulama merupakan salah satu kelompok ormas Islam yang aktif mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 beberapa bulan lalu. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar