Kabinet Terbentuk, Gus Yaqut: Presiden Jokowi Serius Tangani Radikalisme

Yaqut-Cholil-Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas. (foto: detik/Bartanius Dony)

harianpijar.com, JAKARTA – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengapresiasi terbentuknya Kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun kedepan. Selain itu, hal tersebut tidak terlepas dari keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah radikalisme.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor atau GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, langkah tersebut terlihat dari penunjukkan sejumlah tokoh untuk menjadi Menko Polhukam yakni Mahfud MD, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta sejumlah menteri tersebut untuk bersinergi memberantas radikalisme terutama yang ada di institusi pemerintah.

Baca juga:   Sandiaga Uno Tegaskan Tetap Setia Kawal Pembangunan sebagai Oposisi

“Presiden Jokowi saya lihat serius untuk mengatasi berkembangnya radikalisme atau merebaknya ideologi radikal,” kata Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 Oktober 2019.

“Ini terlihat dengan ditugaskannya secara khusus Menko Polhukam, Menhan, Mendagri dan Menag untuk ikut menangani masalah radikalisme di masyarakat, khususnya di lingkup kementerian masing-masing,” imbuhnya.

Selanjutnya, Gus Yaqut juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada langkah pemerintah yang kini semakin serius memberantas radikalisme. Selain itu, tugas GP Ansor menjadi semakin ringan.

“Tugas Ansor jadi ringan sekarang karena pemerintah akan serius menangani masalah radikalisme. Jika selama ini Ansor dan Banser ikut terjun menghadapi kelompok radikal dan intoleran karena merasa negara tidak serius hadir,” ujar Gus Yaqut.

Baca juga:   Agung: Golkar Siap Duduki Tiga Kementerian di Kabinet Jokowi Jilid II

Dijelaskan Gus Yaqut, GP Ansor akan melakukan penguatan internal dengan melakukan konsolidasi memperkuat kaderisasi dan melakukan upaya-upaya kemandirian organisasi.

“Saya meminta kini saatnya kembali melakukan konsolidasi, kaderisasi, dan mempercepat kemandirian organisasi,” kata Gus Yaqut.

“Terkait kemandirian organisasi, misalnya, saya mendorong semua kader Ansor di seluruh Indonesia untuk melakukan berbagai usaha pengembangan ekonomi kader. Pengembangan ekonomi kader ini sesuai dengan visi misi Ansor terkait kemandirian organisasi,” pungkasnya. (elz/sua)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar