Pengamat: Ketidakharmonisan SBY-Mega Jadi Pengganjal AHY Masuk Kabinet

Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat Politik dan juga Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Anas RA menyebut manuver Partai Demokrat pasca Pilpres 2019 sia-sia usai tidak ada kadernya yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin lima tahun kedepan.

Menurut Anas, ada faktor utama yang membuat Partai Demokrat yang digadang-gadang mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru tidak masuk hitungan menteri Jokowi-Maruf Amin.

“SBY terindikasi tidak harmonis dengan Bu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan sejak Pemilu 2004,” kata Anas saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

Anas juga menegaskan, ketidak harmonisan tersebut menjadi alasan utama AHY tidak masuk ke dalam menteri yang diumumkan ke publik. Bahkan, AHY juga mendapat efek conflict of interest masa lalu antara dua ketum tersebut. Sementara, Megawati sendiri masih memiliki pengaruh besar dalam pembentukan kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Baca juga:   Demokrat Soal Ada Salah Ketik di UU Cipta Kerja: Sebaiknya Presiden Terbitkan Perppu

Sedangkan, sebaliknya hubungan Megawati Soekarnoputri kembali mesra dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadikan kejutan. Karena, Partai Gerindra yang menjadi parpol pengusung utama Prabowo-Sandiaga Uno  justru mendapat dua tempat di Kabinet Indonesia Maju.

Kemudian, Anas juga berpendapat, fakor lainnya Partai Demokrat kerap kali menyebut AHY sebagai sosok the next leader di 2024. Hal tersebut membuat partai koalisi tereduksi kepentingan politiknya pada Pilpres 2024 dan tentu berseberangan dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beberapa waktu lalu menegaskan tidak ada visi menteri, melainkan yang ada hanyalah visi presiden.

Baca juga:   Demokrat Tegaskan Isu Kedekatan SBY-Moeldoko Terkait Jabatan Panglima TNI Tidak Benar

Sementara diketahui, dalam beberapa kesempatan, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sempat menjalin komunikasi dengan Istana melalui putra mahkota, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Anas juga menjelaskan, selain Partai Demokrat, kader yang absen dalam Kabinet Indonesia Maju ada dari PAN dan PKS yang hingga kini mantap mengambil jalur oposisi.

Sedangkan, berdasarkan pengumuman yang dirilis Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, setidaknya ada 34 menteri yang akan membantu kerja presiden dan wakil presiden dalam lima tahun mendatang. 18 kursi di antaranya diisi kalangan profesional non-parpol, sedangkan 16 kursi diisi oleh sosok berlatar belakang parpol. (elz/rmo)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar