Eks Ketua TKN Harap Kabinet Jokowi Diisi Orang yang ‘Berkeringat’, Demokrat: Itu Prerogatif Presiden

Syarief-Hasan
Syarief Hasan. (foto: dok. detik)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengusaha Erick Thohir berharap kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin nantinya diisi oleh pihak-pihak yang memperjuangkannya. Sebagai salah satu partai oposisi yang diisukan akan merapat dan mendapat kursi menteri, Partai Demokrat menyerahkan penyusunan kabinet itu ke Presiden Jokowi.

“Iya kalau kita sih pada dasarnya, ini (penyusunan kabinet) kan hak prerogatif presiden. Kita tidak banyak… kita hanya menyerahkan sepenuhnya kepada presidenlah. Hak prerogatif presiden itu nggak bisa diikutcampuri,” ujar Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan kepada awak media, Kamis, 17 Oktober 2019.

Menurut Syarief Hasan, Partai Demokrat pada dasarnya siap jika diminta masuk kabinet. Namun, dirinya memastikan Partai Demokrat akan menghormati apa pun keputusan Jokowi.

Baca juga:   Jokowi Usul Jenderal Andika Jadi Panglima TNI, Begini Kata Marsekal Hadi

“Iya pokoknya begini, tergantung presidenlah. Kalau presiden minta Demokrat, ya kita siap, ya kan. Pokoknya apapun-lah, kita nggak ikut-ikut mencampuri urusan hak prerogatif presiden. Kita hormati semuanya,” kata Syarief Hasan.

Sebelumnya, Erick Thohir berharap Jokowi memilih orang-orang yang berjuang memenangkannya di Pilpres 2019 untuk masuk dalam kabinet. Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin itu juga berharap orang-orang tersebut punya rekam jejak yang baik.

“Saya selalu bilang, siapa pun yang terpilih saya berharap orang-orang yang ‘berkeringat’ kemarin dan yang penting punya track record yang baik,” ujar Erick Thohir seusai bertemu Seskab Pramono Anung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari ini.

Baca juga:   Demokrat Laporkan Soal Atribut Dibakar Massa di NTT ke Polisi

Diketahui, pada Pilpres 2019, Partai Demokrat adalah salah satu parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun belakangan, Partai Demokrat mendekat ke Jokowi untuk kemungkinan bergabung ke koalisi.

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sudah bertemu Jokowi di Istana Merdeka belum lama itu. Jokowi sendiri tak menampik bahwa dalam pertemuan itu ikut dibahas kemungkinan Partai Demokrat bergabung.

“Kita bicara itu (Partai Demokrat masuk koalisi), tapi belum sampai sebuah keputusan,” kata Jokowi usai bertemu SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar