Pengamat Nilai Gerindra Bisa Dapat Keuntungan Positif jika Gabung Koalisi Jokowi-Ma’ruf

Jokowi-Ma'ruf-Amin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin. (foto: instagram/khmarufamin_)

harianpijar.com, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai Partai Gerindra akan diuntungkan di Pilkada Serentak 2020 dan Pemilu 2024 jika akhirnya bergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Justru saya kira yang terjadi kemungkinan sebaliknya, Gerindra bisa saja mendapat ekor jas akibat pengaruh dukungan terhadap pemerintah secara elektoral. Bukan malah rugi di Pilkada 2020 maupun Pemilu 2024,” kata Maksimus Ramses Lalongkoe kepada jpnn, Senin, 14 Oktober 2019.

Baca juga:   Pakar Tata Negara Minta Presiden Jokowi Beber Kriteria Menteri

Maksimus Ramses Lalongkoe memprediksi publik akan bersimpati pada Partai Gerindra. Karena tahu kapan saatnya bertarung, yakni pada pemilu dan kapan saatnya bergandengan tangan dengan pemerintah dalam membangun bangsa dan negara.

“Jadi, publik yang melihat Gerindra berubah pikiran bisa mendapat keuntungan positif,” ucapnya.

Terkait berapa jumlah kursi menteri yang ideal diberikan kepada Partai Gerindra jika memutuskan bergabung dalam koalisi Jokowi, Maksimus Ramses Lalongkoe menyebut hanya satu kursi.

Baca juga:   Sandi Jadi Cawagub DKI? Gerindra: Semua Kemungkinan Terbuka

“Idealnya satu saja. Tetapi kan masih ada posisi duta besar. Saya kira bisa terdistribusi di situ,” ujar Maksimus Ramses Lalongkoe.

Pasalnya, Maksimus Ramses Lalongkoe khawatir parpol yang selama ini mendukung Jokowi bakal keluar dari koalisi jika Partai Gerindra diberikan lebih dari satu kursi.

“Kalau banyak kursi diberikan ke Gerindra, itu bisa saja nantinya koalisi hengkang karena perjuangan mereka dinikmati orang lain,” tukas Direktur Eksekutif Lambaga Analisis Politik Indonesia ini. (nuch/jpn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini