Pengamat: Bisa Saja Presiden Minta Prabowo Jadi Juru Damai Mega-Paloh

Presiden-Joko-Widodo-Jokowi-1
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

harianpijar.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut bisa saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai juru damai antara Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh.

Menurut Adi Prayitno, Prabowo Subianto adalah tokoh politik yang dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Bahkan, mereka pernah berpasangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009 silam.

Selain itu, sedangkan dengan Surya Paloh, Prabowo Subianto merupakan sama-sama politisi yang dibesarkan Partai Golkar, sebelum melahirkan Partai NasDem dan Partai Gerindra. Bahkan, saat pemerintahan SBY, Partai Gerindra dan Partai NasDem juga tercatat menjadi partai oposisi.

Namun, Adi Prayitno melihat motif politik yang paling kentara adalah komunikasi politik jelang merapatnya Partai Gerindra ke pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca juga:   Beri Saran Soal Susunan Kabinet, JK: Harus Ada Harmonisasi Wilayah, Suku, Agama, dan Politik

“Mungkin saja. Tapi melihat konteksnya Prabowo sepertinya ingin membangun komunikasi soal kemungkinan merapatnya Gerindra ke Jokowi dengan partai lain pendukung Jokowi selain PDIP,” kata Adi Prayinto, di Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

Adi Prayitno juga menjelaskan, sejauh ini diantara anggota partai koalisi Jokowi, hanya PDIP yang menerima dengan tangan terbuka atas kehadiran Partai Gerindra sebagai kawan koalisi baru. Bahkan, kedatangan Prabowo Subianto ke kediaman Surya Paloh adalah salah satu cara pemimpin Parti Gerindra itu melakukan safari politik jelang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Selama ini ada kesan hanya PDIP yang welcome ke prabowo, yang lain tidak. Road show prabowo ke sejumlah ketum sepertinya dalam rangka itu. Membangun kesepahaman dengan Nasdem, Golkar, dan PKB. Klo PPP kan sudah pernah diundang ke Hambalang,” jelas Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Baca juga:   Jokowi: Putusan MK Bersifat Final dan Sudah Seharusnya Kita Hormati

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Selain itu, silaturahim kebangsaan itu dilakukan di kediaman Surya Paloh di Jalan Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu 13 Oktober 2019 kemarin.

Kemudian, pertemuan tersebut disebut sebagai upaya komunikasi politik untuk mencairkan koalisi Jokowi setelah sinyal kuat Partai Gerindra merapat dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Namun, sejauh ini Megawati Soekarnoputri yang sejak awal menerima dengan senang hati Prabowo Subianto dengan partai politiknya. Sedangkan anggota partai koalisi yang digawangi Surya Paloh sejak awal menunjukkan penolakan. Sementara diketahui, Megawati sendiri akhir-akhir ini menunjukkan hubungan dengan Surya Paloh sedang retak. (elz/rmo)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar