NasDem: Kami Lebih Setuju yang Kalah Tetap Jadi Oposisi

Irma-Suryani-Chaniago
Irma Suryani Chaniago. (foto: dok. poskotanews)

harianpijar.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai Partai Gerindra mengajukan syarat untuk bergabung dengan koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai NasDem pun berharap agar Partai Gerindra bersama partai-partai yang kalah dalam Pilpres 2019 tak ikut masuk ke koalisi.

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menjelaskan maksud pernyataan ketumnya yang menilai Partai Gerindra memberi syarat untuk masuk kabinet Jokowi. Sebelumnya, Partai Gerindra merasa bingung terhadap pernyataan Surya Paloh karena mereka merasa tak pernah mengajukan syarat.

“Kan Gerindra bilang mendukung Jokowi dengan memberi proposal ketahanan pangan untuk pemerintah. Kalau dukung dan beri proposal, kan itu baik, tapi kan ada tambahan juga. Kalau tidak salah, mereka yang ingin melaksanakan dengan alasan mengawal proposal tersebut agar mencapai target,” ujar Irma Suryani Chaniago kepada awak media, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Dengan logika seperti itu, Partai NasDem menganggap Partai Gerindra meminta jatah kursi menteri di Kabinet Jokowi. Menurut Irma Suryani Chaniago, langkah Partai Gerindra tak etis dilakukan sebagai pihak yang kalah pada Pilpres 2019.

Baca juga:   Mardani Ali Sera: Kalau Menteri Sontoloyo, Akan Kami 'Santap'

“Artinya? Publik menganggap dengan kata lain Gerindra ingin mendukung melalui kursi menteri, ha-ha-ha…. Itu yang ditangkap publik,” kata Irma Suryani Chaniago.

“Harusnya kalau yang kalah pengin ikut yang menang, boleh saja, tapi nggak etis kan orang pengin ikut ngajuin syarat. Kalau Presiden mau kasih, itu lain soal, tapi tidak karena persyaratan. Toh, koalisi Jokowi sudah lebih dari 60 persen,” imbuhnya.

Partai NasDem sepertinya lebih setuju jika Partai Gerindra tetap berada di luar pemerintahan. Ini juga termasuk partai-partai koalisi Prabowo Subianto yang kini mulai menjalin komunikasi untuk bisa bergabung dengan koalisi Jokowi, yaitu Partai Demokrat dan PAN.

“Kalau semua ingin masuk kabinet, terus siapa yang jadi checks and balances pada pemerintah? Demo mahasiswa kemarin itu akibat semua parpol menjadi satu kubu. Akibatnya, mahasiswa dan rakyat yang turun lakukan kontrol, maka akan berbahaya bagi pemerintah jika yang melakukan kontrol secara langsung adalah parlemen jalanan,” ujar Irma Suryani Chaniago.

Untuk itu, Partai NasDem menilai akan lebih baik Partai Gerindra cs tak ikut masuk ke pemerintahan. Namun, Irma Suryani Chaniago menyatakan partainya tetap menyerahkannya kepada Jokowi.

Baca juga:   Arteria: Kalau Ditanya Apakah PDIP Ada PKI-nya? Ya Jelas, karena Kami Partai Terbuka

“Maka kami lebih setuju jika yang kalah tetap sebagai oposisi dan yang menang memerintah. By the way, jika Presiden menginginkan mereka masuk, NasDem tetap akan mendukung keputusan tersebut karena itu hak prerogatif beliau,” ungkap Irma Suryani Chaniago.

“NasDem tetap ingin ada yang melakukan checks and balances agar pemerintah berjalan lebih demokratis,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Surya Paloh menyoroti Partai Gerindra yang mengajukan syarat untuk bisa masuk koalisi Jokowi. Partai Gerindra membantah tudingan Surya Paloh itu.

Kendati demikian, Partai Gerindra memang mengajukan konsep ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan keamanan kepada Jokowi. Jika konsep-konsep itu diterima Jokowi, barulah ada pembicaraan soal kemungkinan kader Partai Gerindra akan menempati pos-pos terkait.

“Kalau seandainya ada konsep-konsep yang jadi handicap, utamanya memang supaya sukses konsepnya bisa direalisasikan janji kampanyenya kepada konstituen, tentunya kami akan meminta kebijakan dari Presiden untuk bisa menempatkan kadernya di posisi itu,” ujar Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Kamis, 10 Oktober 2019. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar