Taufiqulhadi: NasDem Keberatan Jika Gerindra Minta Kursi Menteri Urusan Pangan

Teuku-Taufiqulhadi
Teuku Taufiqulhadi. (foto: dok. jawapos)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Nasional Demokrat (NasDem) keberatan jika Partai Gerindra ingin masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menempati jabatan menteri urusan pangan dan energi. Selain itu, Parta NasDem juga tidak ingin Jokowi-Ma’ruf Amin menerima konsep Partai Gerindra soal swasembada pangan dan energi.

Menurut anggota Dewan Pakar Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi, Partai Gerindra mengajukan dua syarat jika Jokowi ingin mendapat dukungan.

Dikatakan Taufiqulhadi, yang pertama, Strategi Dorongan Besar soal swasembada pangan dan energi diterima. Bahkan, yang kedua, menteri urusan pangan dan energi harus diberikan pada Partai Gerindra.

“Saya pikir, sudahlah bagi Gerindra untuk konsisten saja dalam konteks demokrasi kita, menjadi penyeimbang bagi pemerintah,” kata Taufiqulhadi saat dihubungi, di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

Baca juga:   Kritik Anggaran Renovasi Rumdin Gubernur, Gerindra: PSI Sudah Menyerang Anies secara Terbuka

Dijelaskan Taufiqulhadi, bahwa Jokowi telah memiliki konsep ekonomi yang akan diterapkan. Bahkan, konsep tersebut juga telah dipaparkan selama masa kampanye Pilpres 2019 lalu.

Itu semua juga telah didiskusikan oleh partai-partai politik pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Karena itu, keliru jika Partai Gerindra ngotot ingin konsep Strategi Dorongan Besar diterima dan dijalankan Jokowi.

“Jika tiba-tiba datang Gerindra dengan platform bawaannya, maka akan bersifat saling menegasi nantinya antara kedua arus tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Taufiqulhadi juga menegaskan bahwa partai-partai politik pengusung Jokowi di Pilpres 2019 memiliki tokoh-tokoh mumpuni untuk menjalankan roda pemerintahan selanjutnya. Bahkan di periode 2014-2019, tidak ada orang kepercayaan Partai Gerindra juga pemerintahan tetap berjalan.

Baca juga:   Yusril: Penyerahan Mandat Pimpinan KPK Bisa Jadi Jebakan Buat Presiden

“Saya tidak menganggap relevan Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi sekarang. Tidak ada relevansinya bagi kabinet Jokowi dan tidak relevan bagi pendukung Gerindra sendiri,” ujar Taufiqulhadi.

“Kalau cara berpikirnya seperti ini, seharusnya dulu Pak Prabowo tidak mencalonkan diri menjadi presiden,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengatakan pihaknya mengajukan 2 syarat jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mendapat dukungan di periode selanjutnya.

Dikatakan Sugiono, syarat pertama, konsep Strategi Dorongan Besar tentang swasembada pangan dan energi diterima serta dijalankan. Kedua, pos menteri urusan pangan dan energi diberikan pada Partai Gerindra.

“Kalau tidak diterima ya enggak apa-apa, tapi kami memilih lebih baik di luar pemerintahan,” kata Sugiono. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar