Novel-Bamukmin
Novel Bamukmin. (foto: Antara)

harianpijar.com, JAKARTA – Tokoh PA 212 Novel Bamukmin meminta Ninoy Karundeng mengklarifikasi pernyataan soal sosok habib dalam kasus penculikan disertai penganiayaan yang menimpa dirinya.

Pihak Ninoy Karundeng diketahui menyebut bahwa tindakan penganiayaan terus berlangsung sampai seseorang yang disapa ‘habib’ tiba di Masjid Al-Falah, Selasa, sekira pukul 03.00 WIB. Kemudian, sosok yang disapa ‘habib’ itu disebut menginterogasi dan memukul Ninoy Karundeng berulang kali.

Selain itu, sosok ‘habib’ itu juga disebut sebagai orang yang memerintahkan kepada petugas medis untuk menyediakan ambulance yang akan digunakan untuk mengangkut calon mayat Ninoy Karundeng keluar dari masjid.

“Ninoy harus jelaskan siapa yang dimaksud dengan ‘habib’, harus jelas,” ujar Novel Bamukmin saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Oktober 2019, seperti dilansir CNN Indonesia.

Novel Bamukmin mengatakan jika sosok ‘habib’ yang disampaikan oleh Ninoy Karundeng itu adalah fiktif atau mengada-ada, maka pihaknya akan melaporkan balik ke polisi.

Baca juga:   Sebut Tak Perlu Ada Aksi di MK, Try Sutrisno: Mari Kita Bersatu Lagi

“Saya akan laporkan balik, karena ada media telah jelas menyebut nama saya dan jelas merugikan nama baik saya yang saya juga sebagai penegak hukum atau pengacara sangat mengancam reputasi saya di mata masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya, Novel Bamukmin juga meminta Ninoy Karundeng mengklarifilasi soal aksi dugaan penculikan. Menurutnya pernyataan itu merupakan bentuk penyesatan opini.

“Bahasa penculikan framing untuk penyesatan opini, karena vonis nanti hakim yang tentukan di sidang,” kata Novel Bamukmin.

Diketahui, dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan 13 orang tersangka, termasuk Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Dari 13 tersangka itu, 12 di antaranya saat ini menjalani masa penahanan.

Baca juga:   Bakal Bahas 4 Topik di Ijtimak Ulama IV, PA 212 Pastikan Prabowo Tak Diundang

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP, tiga di antaranya dijerat UU ITE karena diduga terlibat dalam merekam dan menyebarkan aksi penganiayaan.

Ninoy Karundeng dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan saat demo pada 30 September lalu. Ninoy Karundeng pun lalu melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng dilakukan di Masjid Al-Falah. Pegiat medsos itu diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Ancaman pembunuhan itu, dikatakan Jack Boyd Lapian, datang dari seorang yang disebut dengan panggilan ‘Habib’ yang mendatangi masjid tersebut. (nuch/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of