Polri Tantang Veronica Koman Tunjukkan Bukti Soal Ancaman Pembunuhan

Veronica-Koman
Veronica Koman (kanan). (foto: twitter/veronicakoman)

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menanggapi pernyataan Veronica Koman–tersangka kasus dugaan provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua–yang mengaku mendapat ancaman pembunuhan hingga pemerkosaan.

Polri menantang Veronica Koman untuk membuktikan pernyataannya tersebut. Jika ada buktinya, Veronica Koman dipersilakan melapor.

“Yang bersangkutan jika merasa ada yang mengancam keselamatannya, keluarganya atau katanya diintimidasi, ya monggo dia atau keluarganya melapor (ke kepolisian). Tunjukan buktinya apa,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Oktober 2019, seperti dilansir detik.

Dedi Prasetyo mengatakan jika Veronica Koman melapor dan memberikan bukti dirinya diancam, polisi pasti akan melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pengancaman. Polisi akan menguji kebenarannya.

Baca juga:   Kecam Sikap Vanuatu di Sidang PBB, Syarief Hasan: Pemerintah Harus Ambil Langkah Tegas

“Kalau ada bukti, kami akan tindak lanjuti. Jika dia mengatakan anggota yang melakukan itu, ada Propam. Nanti akan diuji benar atau tidak perkataannya, sesuai fakta atau tidak,” ungkapnya.

Namun, dikatakan Dedi Prasetyo, jika pernyataan itu tak terbukti, maka sama saja Veronica Koman menyebarkan hoax. Dirinya pun menyinggung Veronica Koman hanya membuat opini untuk mendiskreditkan pihak-pihak yang tak disukai.

“Jika dia tidak bisa membuktikan perkataannya, artinya dia menyebar hoax, mem-framing narasi untuk merugikan pihak-pihak yang mungkin dia tidak sukai,” tegas Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, pernyataan soal ancaman pembunuhan hingga pemerkosaan itu disampaikan Veronica Koman dalam wawancara dengan media Australia, SBS News. Veronica Koman, yang sudah ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jatim, saat ini diketahui tinggal di Australia.

Baca juga:   Komisi I DPR: BIN Sudah Tahu Dalang Dibalik Kericuhan Papua

“Saya mulai menerima ancaman pembunuhan 2 tahun lalu dan sekarang itu bagaikan pengalaman sehari-hari untuk menerima ancaman pembunuhan dan pemerkosaan secara online,” ujar Veronica Koman.

“Mereka mencoba ‘kill the messenger’. Mereka tidak dapat membuktikan data-data saya salah jadi mereka berusaha merusak kredibilitas saya,” tambahnya.

Selain dengan SBS News, Veronica Koman juga melakukan wawancara dengan media ABC Australia. Dalam wawancara-wawancara itu, Veronica Koman bicara soal kondisi Papua.

Dirinya juga berharap agar pemerintah Australia paling tidak meminta ke Pemerintah RI untuk membuka akses ke Papua untuk para jurnalis internasional dan Komisi HAM PBB. (nuch/det)

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar