Serahkan ke Presiden Soal Penerbitan Perppu, KPK: Kami Tunggu Putusan Final Saja

Febri-Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

harianpijar.com, JAKARTA – Dorongan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Perppu KPK terus muncul dari berbagai elemen masyarakat. Terkait hal itu, KPK mengaku tetap fokus pada pelaksanaan tugas untuk pemberantasan korupsi.

“Jadi fokus kami adalah pelaksanaan tugas. Perdebatan penerbitan perppu kami serahkan ke presiden, saya kira itu kuncinya di presiden,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Oktober 2019.

Menurut Febri Diansyah, penerbitan perppu sepenuhnya menjadi hak presiden. Dirinya mengatakan KPK hanya menunggu keputusan akhir dari perdebatan tersebut.

Baca juga:   Gibran Rakabuming Pastikan Jokowi Tak Mudik ke Solo

“Terkait dengan perdebatan yang berkembang saat ini, apakah yang diterbitkan perppu jika memang presiden ingin menyelamatkan pemberantasan korupsi dan memutuskan ingin menerbitkan perppu atau tidak atau sarana-sarana yang lain, KPK tidak dalam posisi untuk menanggapi itu sekarang, presiden akan mempertimbangkan untuk menerbitkan, silakan saja,” kata Febri Diansyah.

“Kami menunggu putusan finalnya saja. Karena ada yang jauh lebih penting yang dilakukan KPK saat ini, yaitu memastikan pelaksanaan tugas KPK tetap berjalan, seperti pemberantasan korupsi, penindakan, dan pencegahan,” tambahnya.

Baca juga:   Pengamat Politik: Ada Poin Tertinggal dalam Pidato Perdana Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menggelar pertemuan dengan para tokoh nasional, seperti Romo Franz Magnis-Suseno, Mahfud MD, Alissa Wahid, Quraish Shihab, Butet Kartaredjasa, Goenawan Mohamad, Anita Wahid, dan Christine Hakim. Seusai pertemuan, Jokowi mengungkapkan dirinya kini memikirkan perihal penerbitan Perppu UU KPK.

“Banyak sekali masukan-masukan juga diberikan kepada kita, utamanya penerbitan perppu, tentu saja ini akan kita segera hitung, kita kalkulasi,” ujar Jokowi dalam jumpa pers bersama para tokoh di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 26 September 2019. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar