Ali-Mochtar-Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin. (foto: kompas/Fabian Januarius Kuwado)

harianpijar.com, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menanggapi politikus senior Partai Gerindra Permadi yang berbicara soal pelengseran Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai bertemu dengan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath.

Ali Mochtar Ngabalin mengatakan sebaiknya Permadi fokus saja untuk mengurusi kesehatannya.

“Kalau Permadi kan senior dan sahabat saya di Komisi I, konsentrasi aja urus kesehatannya, kemarin teriak-teriak minta tolong, diperiksa baru dipanggil dua kali saja sudah bengkok-bengkok jalannya,” kata Ali Mochtar Ngabalin kepada awak media, Minggu, 29 September 2019.

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, tindakan Permadi cs itu lantaran karena masih adanya rasa kebencian terhadap Jokowi. Namun, kata dia, tidak etis jika Permadi mengatasnamakan rakyat untuk mendukung kegiatannya tersebut.

“Ini orang-orang kan belum move on, pemilu itu biasa, normal, tunggu saja lima tahun akan datang lagi, nggak usah berteriak atas nama rakyat, berteriak atas nama umat, kalau hanya penuh dengan kebencian dan caci-maki. Masak, sih sampai harus ada polarisasi umat seperti begini, rakyat pecah gini, tega juga ya,” sebutnya.

Baca juga:   Mensesneg: Ahli Hukum Akan Dominasi Dewan Pengawas KPK

Ali Mochtar Ngabalin pun tidak menganggap penting pertemuan itu. Terlebih, menurutnya, masyarakat sudah mengetahui bagaimana perilaku Permadi cs. Dirinya lantas menyerahkan hal itu kepada pihak yang berwajib.

“Nggak ada masalah dia mau ketemu sampai berapa puluh banyak juga nggak apa-apa, emang orang nggak tahu dengan kelakuannya semua. Biar nanti polisi dan tentara saja yang berurusan dengan mereka,” ujar Ali Mochtar Ngabalin.

Sebelumnya, Permadi menggelar pertemuan tertutup dengan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath. Pertemuan itu digelar di kediaman Permadi, Jalan Pengadegan Barat No 41, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 September 2019.

Baca juga:   Dahnil Anzar: Fadli Zon Tak Bersedia Jadi Menteri Jokowi

Seusai pertemuan, Permadi mengatakan mendukung pelengseran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum pelantikan.

“Kalau MPR tidak terdiri dari partai-partai pendukung Jokowi, sudah di-impeachment, karena sudah menyalahi sumpah jabatan, ada dalam UUD. Tetapi, karena partai adalah pendukung Jokowi, dilakukan pembiaran sehingga Indonesia rusak tidak keruan. Karena itu, saya mendukung kekuatan mahasiswa untuk Jokowi diturunkan,” kata Permadi di kediamannya.

Selanjutnya, saat disinggung waktu menurunkan Jokowi, Permadi menyatakan sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober mendatang.

“Sebelum pelantikan (Jokowi) targetnya (diturunkan), nggak tahu, pokoknya sebelum pelantikan. Kita tidak menggunakan nama kelompok. Kita adakan saja pertemuan biasa, antarkelompok, antargenerasi,” tukasnya. (nuch/det)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of