Soal Demo Mahasiswa, Presiden: Yang Penting Jangan Anarkis

Presiden-Joko-Widodo-Jokowi-1
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

harianpijar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 26 September 2019 siang, meminta demo mahasiswa yang menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), revisi UU KPK, dan RUU kontroversial lain tidak melakukan aksi anarkis.

“Dan juga tadi (dalam pertemuan) saya menyampaikan penghargaan saya, apresiasi saya terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa, yang saya kira ini sebuah bentuk demokrasi yang ada di negara kita. Dan, masukan-masukan yang disampaikan kepada saya jadi catatan besar. Yang paling penting demo jangan rusak fasilitas umum, anarkis, dan merugikan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui, hari ini (kemarin-red) adalah untuk kali pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat suara terhadap gelombang aksi mahasiswa yang menuntut pembatalan revisi UU KPK, serta tolak pengesahan RKUHP, dan RUU kontroversial lainnya.

Bahkan, gelombang aksi yang makin intens digelar di sejumlah wilayah Indonesia sejak Senin, 23 September 2019 lalu. Selain itu, mereka menyuarakan tuntutan-tuntutan yang sama di mana yang utama adalah penolakan RKUHP dan pembatalan revisi UU KPK.

Baca juga:   Puan Maharani: Gibran Maju Pilwalkot Solo Sesuai Mekanisme PDIP

Sementara, di beberapa daerah dan termasuk di Jakarta, demo mahasiswa tersebut berujung ricuh saat polisi berusaha membubarkan massa.

Diketahui, pada Rabu 25 September 2019, aksi di depan Gedung DPR dilakukan kelompok pelajar sekolah menengah. Selain itu, aksi pelajar itu berujung ricuh di belakang Gedung DPR hingga malam hari.

Namun, aksi pada malam hari tidak bisa dipastikan sepenuhnya pelajar. Karena, diduga sudah tercampur dengan massa kelompok lain.

Sementara, menurut Menko Polhukam Wiranto, pihaknya menerima informasi akan ada gelombang baru demonstrasi berbuntut rusuh jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024.

“Gerakan ini harus di waspadai karena akan mengerahkan Islam radikal garis keras, akan digerakkan ke sana. Melibatkan suporter bola kaki juga, kemudian teman-teman buruh. Juga tukang ojek dan para medis, bahkan para medis sudah diberi penyesatan,” kata Wiranto saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Kamis, 26 September 2019.

Selanjutnya, Wiranto berharap masyarakat tidak terpengaruh, juga tidak ikut-ikutan demo ketika ada ajakan. Karena, gerakan yang diprediksi lebih besar ini akan menimbulkan kerusuhan hingga berujung ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sah.

Baca juga:   Enggan Komentar Soal Menteri, Ma'ruf Amin Ngaku Tunggu Putusan MK

Sedangkan, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, aksi-aksi demo mahasiswa itu tidak bisa menutup adanya penyelundup yang memprovokasi kericuhan. Namun, penyelundup demo itu tidak bisa menghilangkan arus utama aspirasi aksi mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Kami juga menghargai mahasiswa karena kami dulu ikut demo-demo seperti itu, bahwa ada penumpang dan sebagainya itu tidak menjadi arus utama, bahwa ada orang nyelundup ikut masuk menyelusup itu tidak bisa dihindari, tapi enggak ada pengaruhnya pada aspirasi utamanya,” kata Mahfud MD mewakili rombongan tokoh yang dipimpin budayawan Goenawan Mohammad usai bertemu presiden di Istana Merdeka, Kamis, 26 September 2019.

Ditegaskan Mahfud MD, saat bertemu para tokoh di istana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Tadi bapak Presiden di depan kami mengatakan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Karena itu hak yang dijamin konstitusi,” tegas Mahfud MD. (elz/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
1 Comment
terbaru
terlama most voted
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Dini
Tamu
Dini
29 September 2019 21:26