Ace Hasan: Fraksi Golkar Dukung Penundaan Pengesahan RUU KUHP

Ace-Hasan-Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (foto: medcom/Whisnu Mardiansyah)

harianpijar.com, JAKARTA – Partai Golkar menyatakan pihaknya siap mendukung penuh upaya penundaan pengesahan RKUHP. Hal itu disampaikan menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta DPR menunda pengesahan 4 RUU pada periode ini, termasuk RKUHP.

“Fraksi Partai Golkar mendukung upaya penundaan pengesahan RUU KUHP dalam rapat paripurna DPR RI,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa, 24 September 2019.

Menurut Ace Hasan Syadzily, sudah sepatutnya subtansi yang terkandung dalam RKUHP harus menerima berbagai masukan dari masyarakat. Hal itu bertujuan agar tak menimbulkan kesalahpahaman dari masyarakat.

Baca juga:   Soal Pertemuan NasDem-PKS, Presiden: Tidak Perlu Baper

Dirinya mengatakan penundaan pengesahan RKUHP ini harus dijadikan momentum bagi DPR dan pemerintah untuk menerima masukan masyarakat.

“Penundaan pengesahan RUU KUHP ini harus dipergunakan untuk mendapatkan masukan dari berbagai komponen masyarakat terkait dengan substansi yang menjadi keberatan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Ace Hasan Syadzily menilai ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan DPR dalam penyusunan RKUHP ke depannya. Antara lain adalah pertimbangan dari sisi aspek filosofis, politis, yuridis, dan sosiologis serta norma dalam masyarakat.

Baca juga:   Mahfud MD: Tak Ada Konsekuensi Pidana Terbitkan Perppu KPK, Impeachment dari Mana?

“Disertai dengan perkembangan demokrasi, HAM serta dinamika sosial, politik dan ekonomi harus betul-betul diperhatikan,” kata Ace Hasan Syadzily.

Karena itu, menurut Ace Hasan Syadzily, penundaan RKUHP harus betul-betul ditanggapi secara positif oleh semua pihak. Pasalnya, RKUHP nantinya akan menjadi pedoman hukum pidana yang akan jadi rujukan penegakan hukum di Indonesia. (nuch/cnn)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar