Ahli PBB Minta Pemerintah Lindungi Veronica Koman, Komnas HAM: Itu Bukan Intervensi

Choirul-Anam
Choirul Anam. (foto: detik/Rolando Fransiscus Sihombing)

harianpijar.com, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berpendapat permintaan ahli HAM dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar pemerintah Indonesia melindungi hak Veronica Koman, bukanlah sebagai bentuk intervensi. Komnas HAM menyebut permintaan seperti itu merupakan hal yang biasa.

“Saat ini Indonesia dikasih atensi oleh 5 pelapor khusus PBB terkait Veronica, apakah itu dianggap intervensi atau tidak, tidak mungkin dalam narasi Internasional itu disebut sebagai intervensi, dalam tradisi hukum internasional HAM, semacam itu tidak bisa dianggap intervensi. Itu adalah mekanisme yang berjalan satu dengan yang lain memang harus saling menghormati,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 19 September 2019.

Menurut Choirul Anam, apa yang disampaikan para ahli HAM itu merupakan bagian dari kelembagaan Dewan HAM PBB. Indonesia sendiri, kata dia, merupakan anggota Dewan HAM PBB.

“Ini adalah bagian dari kelembagaan di Dewan HAM. Nah kebetulan kemarin Indonesia kepilih kembali sebagai anggota Dewan HAM. Kelembagaan ini, salah satu yang juga menciptakan Indonesia, artinya Dewan HAM harus dilihat sebagai lembaga kenegaraan berdaulat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Choirul Anam pun berharap pemerintah memberi penjelasan secara lengkap terkait kasus Veronica Koman. Sebab, menurutnya, jika tak dijelaskan maka akan banyak pertanyaan dari pihak internasional.

Baca juga:   Komnas HAM: Veronica Koman dan Surya Anta Harusnya Dapat Perlindungan dari Negara

“Menurut saya kalau memang Veronica basisnya adalah peristiwa Surabaya, kalau di video yang melakukan tindakan rasisme ya yang ada di video, ada kelompok massa dan ada TNI-nya. Itu yang harus diproses, sehingga kalau itu tidak segera diproses, jangan salahkan banyak pertanyaan dari massa internasional dan itu akan membuat Indonesia semakin susah untuk menjelaskan kepada dunia bahwa kondisi HAM di Indonesia baik,” kata Choirul Anam.

Sebelumnya, Veronica Koman telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan provokasi terkait insiden di Asrama Papua. Ahli HAM dari PBB meminta pemerintah Indonesia melindungi hak Veronica Koman.

Hal itu disampaikan oleh para ahli HAM PBB. Mereka terdiri dari Pelapor Khusus untuk majelis hak perdamaian Clement Nyaletsossi Voule (Togo), Pelapor Khusus untuk promosi dan perlindungan hak kebebasan berpendapat dan berkespresi David Kaye (AS), Pelapor Khusus untuk kekerasan terhadap perempuan Dubravka Simonovic (Kroasia), Ketua Kelompok Kerja tentang diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan Meskerem Geset Techane (Ethiopia), Pelapor Khusus untuk situasi pejuang HAM Michel Forst (Prancis).

Baca juga:   Yusril: PBB Tetap Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

“Kami menyambut baik langkah yang dilakukan pemerintah terhadap insiden rasisme, namun kami mendesak agar ada langkah segera untuk melindungi Veronica Koman dari segala bentuk pembalasan dan intimidasi dan penjatuhan semua tuntutan kepadanya, sehingga dia bisa melanjutkan laporan-laporannya secara independen terkait situasi HAM di negara itu,” ujar ahli HAM PBB, sebagaimana yang disampaikan situs Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia, seperti dilansir detik, Selasa, 17 September 2019.

Pemerintah Indonesia menyayangkan hal itu dan memberi penjelasan. Pernyataan pemerintah Indonesia tersebut disampaikan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa.

PTRI Jenewa menyayangkan News Release (NR) bersama 5 (lima) Special Rapporteur (SR-SPMH)/Pelapor Khusus mengenai Veronica Koman (VK) itu.

“NR tersebut dipandang tidak berimbang, tidak akurat dan hanya fokus pada satu aspek HAM. Lebih lanjut, NR tidak mencerminkan secara menyeluruh upaya Indonesia untuk terus menjamin Hak Konstitusional Warga Negara Indonesia terkait kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka publik secara damai dan kesetaraan di hadapan hukum,” papar PTRI Jenewa seperti disampaikan dalam laman resminya, kemarin. (nuch/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini