Veronica-Koman
Veronica Koman (kanan). (foto: twitter/veronicakoman)

harianpijar.com, SYDNEY –  Jika ada permintaan dari Pemerintah Indonesia, pemerintah Australia dimungkinkan untuk menyerahkan Veronica Koman, yang saat ini diperkirakan berada di Sydney. Bahkan, prosedur itu bisa terjadi jika Indonesia menerbitkan ‘red notice’ ke Interpol.

Selain itu, pihak berwajib Australia tampaknya menolak untuk mengesampingkan penyerahan Veronica Koman yang kini dijadikan tersangka dalam kasus Papua.

Sementara, Veronica Koman merupakan pengacara HAM asal Indonesia yang kini tinggal di Australia dan sedang diburu oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena aktif mengadvokasi kasus Papua, termasuk menyebarkan bukti-bukti kekerasan terhadap rakyat Papua oleh aparat.

Baca juga:   Firza Husein Penuhi Panggilan Polisi dan Diperiksa Sebagai Tersangka

Namun, Polri menyebut informasi yang disebar Veronica Koman sebagai berita hoaks serta menuduhnya menerima aliran dana untuk memprovokasi kasus Papua.

Postingan-postingan Veronica Koman selama ini menjadi sumber informasi terpercaya yang banyak dikutip lembaga pemberitaan asing, termasuk ABC Australia, karena berisi laporan saksi mata, foto-foto dan video aksi demo yang terjadi di Papua dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Kemudian, pasal-pasal pidana yang dituduhkan polisi ke Veronica Koman mengandung ancaman hukuman penjara hingga enam tahun jika dinyatakan bersalah di pengadilan.

Sementara, menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, jika Veronica Koman tidak melapor ke polisi pada Rabu, 18 September 2019, maka pihaknya akan menerbitkan ‘red notice’ melalui Interpol untuk penangkapannya.

Baca juga:   Moeldoko Nilai Ada Kelompok Tertentu yang Blingsatan Lihat Pembangunan di Papua

“Tidak ada intimidasi, yang ada penegakkan hukum secara profesional melalui gelar kerja sama internasional melalui Kemenlu dan jalur polisi internasional,” kata Frans Barung Mangera kepada ABC.

Sedangkan, pihak Departemen Luar Negeri Australia (DFAT) yang dihubungi secara terpisah menyatakan, kasus ini bukan ranah mereka, dengan juru bicaranya mengatakan kasus ini ada di wilayah Kepolisian Federal Australia (AFP). (elz/kom)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of