Kombes-Frans-Barung-Mangera
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera.

harianpijar.com, SURABAYA – Veronica Koman, tersangka dalam kasus dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden asrama Papua di Surabaya, tak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, hari ini adalah batas hari terakhir yang diberikan polisi kepada Veronica Koman untuk memenuhi panggilan pemeriksaan. Terkait hal itu, Polda Jatim berencana menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada Veronica Koman.

“Secepatnya kita tindak lanjuti (penerbitan) DPO-nya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu, 18 September 2019.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya masih melakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan langkah-langkah penerbitan DPO kepada Veronica Koman.

Baca juga:   Firza Husein Penuhi Panggilan Polisi dan Diperiksa Sebagai Tersangka

“Hari ini masih gelar di Mabes (Polri) untuk menentukan itu (DPO),” ungkap Luki Hermawan.

Luki Hermawan menjelaskan, secara prosedur, jika Veronica Koman tetap tidak kunjung datang hingga sampai batas waktu yang ditentukan, maka per pukul 00.00 WIB polisi akan menerbitkan DPO.

“Kalau teorinya sampai jam 00.00 WIB (tidak datang). Besok akan saya sampaikan terkait hal itu (DPO),” kata Luki Hermawan.

Selain DPO, Luki Hermawan mengatakan, Polri bersama interpol juga akan mengeluarkan red notice yang akan digelar di Perancis. Red notice ini untuk disebar ke 190 negara lainnya.

Baca juga:   Polri Terbitkan 'Red Notice', Pemerintah Australia Mungkin Serahkan Kasus Veronica Koman ke Kepolisian Federal

Sebelumnya, penyidik Polda Jatim bersama Divhubinter Mabes Polri telah mengirim surat panggilan kedua kepada Veronica Koman pada pekan lalu.

Surat itu dikirimkan ke dua alamat Veronica Koman di Indonesia dan satu alamat Veronica Koman di luar negeri. Saat itu, penyidik memberi batas waktu hingga tanggal 13 September 2019.

Namun, setelah Veronica Koman mangkir pada 13 September lalu, polisi kemudian memberi toleransi waktu lima hari hingga tanggal 18 September. Tambahan waktu ini salah satunya karena yang bersangkutan masih berada di Australia. (nuch/cnn)

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of