Pastikan Jadi Perhatian Jokowi, Istana: Urus Papua dan Pemindahan Ibu Kota Bisa Berjalan Paralel

Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: instagram/jokowi)

harianpijar.com, JAKARTA – Sejumlah pihak meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprioritaskan menyelesaikan permasalahan di Papua ketimbang pemindahan ibu kota. Menanggapi hal itu, pihak Istana mengatakan pemindahan ibu kota sudah direncanakan jauh hari sebelum terjadinya kerusuhan di Papua.

“Pemindahan ibu kota ini sudah direncanakan sejak bertahun lalu, bukan rencana kemarin sore atau malah tiba-tiba. Rencana ini sangat strategis karena punya visi besar untuk mewujudkan Indonesia-sentris,” kata Staf Khusus Presiden Adita Irawati kepada detik, Minggu, 1 September 2019.

Adita Irawati mengatakan, urusan di Papua juga menjadi perhatian khusus bagi Jokowi. Artinya, masalah Papua ataupun pemindahan ibu kota bisa dikerjakan secara bersamaan dengan dibantu jajaran kabinet Jokowi.

Baca juga:   Bantah Sri Bintang Pamungkas, Polisi: Surat Panggilan Sudah Dikirimkan

“Masalah Papua juga sesuatu yang sudah menjadi perhatian Presiden Jokowi sejak pertama kali menjabat. Artinya, kedua hal ini bisa berjalan secara paralel, dengan dibantu para menteri terkait dan pimpinan lembaga-lembaga negara lainnya,” ujar Adita Irawati.

Sebelumnya, saran agar Presiden Jokowi memprioritaskan masalah di Papua itu disampaikan tokoh Muhammadiyah Busyro Muqoddas. Dirinya menilai, daripada memindahkan ibu kota negara, lebih baik pemerintah menjadikan kasus di Papua sebagai prioritas negara.

“Seharusnya kasus di Papua itu menjadi skala prioritas nasional. Dengan demikian, abaikan dulu ambisi untuk nafsu memindahkan ibu kota itu,” kata Busyro Muqoddas di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.

Baca juga:   Ray Rangkuti: Diyakini Demo Mahasiswa Terus Berlanjut Jika Presiden Tidak Segera Terbitkan Perppu

Di tempat terpisah, Sandiaga Uno juga mengatakan urusan pemindahan ibu kota belum patut didiskusikan karena kajian naskah dan rancangan undang-undang yang belum terbentuk. Hal itu, menurutnya, justru hanya menguras energi sehingga masalah Papua tidak secara cepat tertangani.

“Karena itu (pemindahan ibu kota) menghabiskan energi. Akhirnya seperti apa situasi yang terjadi di Papua ini tidak bisa tertangani dengan baik karena energi kita tersedot sekali terhadap masalah yang sebetulnya belum esensial karena RUU-nya belum diajukan, naskah akademisnya juga belum dilengkapi, ini belum dianggarkan juga di tahun 2020,” ujar Sandiaga Uno di Equestrian Park, Pacuan Kuda, Jakarta Timur, Jumat, 30 Agustus 2019. (nuch/det)

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar